Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara, Hector Souto Sulit Berdamai dengan Diri Sendiri
JAKARTA, iNews.id - Hector Souto menyampaikan kekecewaan mendalam usai Timnas Futsal Indonesia gagal menjuarai Piala Asia Futsal 2026 meski sudah melangkah hingga partai final.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri setelah peluang emas meraih gelar juara lepas dari genggaman. Perasaan tersebut dia tuangkan melalui akun Instagram pribadinya, @souto.h, Selasa (10/2/2026).
“Masih terasa sakit. Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas,” tulis Souto.
“Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa kita seharusnya bisa melakukannya. Indonesia pantas mendapatkannya,” imbuhnya.
Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran di partai final Piala Asia Futsal 2026. Laga puncak yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), berakhir lewat drama adu penalti dengan skor 5-5 (4-5).
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Skuad Garuda tampil kompetitif sepanjang turnamen. Indonesia bahkan mencatatkan sejarah dengan menembus final untuk pertama kalinya setelah capaian terbaik sebelumnya hanya mencapai perempatfinal pada edisi 2022.
Seruan Bangkit dan Reformasi Futsal
Souto mengaku terpukul karena belum mampu menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Meski begitu, dia menegaskan tekad untuk bangkit dan menatap masa depan dengan visi lebih besar.
“Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian. Kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya,” tutur Souto.
Dia menilai kegagalan di final harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Souto menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam pengelolaan futsal nasional.
“Sekarang saatnya menyatukan kekuatan untuk memodernisasi futsal kita. Kita tidak bisa terus hidup dalam budaya usaha minimum atau terjebak pada paradigma yang sudah usang,” tambahnya.
Menurut Souto, kekalahan ini menghadirkan dua pilihan besar bagi Timnas Futsal Indonesia, bangkit dan terus berjalan atau terpuruk. Dari pernyataannya, dia menunjukkan sikap tegas untuk melanjutkan perjuangan.
“Kita lanjutkan. Cinta untuk kalian semua,” tutup Souto.
Pernyataan emosional tersebut memperlihatkan besarnya tanggung jawab yang dia rasakan sekaligus sinyal kuat komitmen membawa futsal Indonesia melangkah lebih jauh di masa mendatang.










