Ryo Matsumura Pamit dari Persija, Ungkap Kisah Berat di Balik Perpisahan
JAKARTA, iNews.id – Ryo Matsumura menuliskan pesan haru usai dipinjamkan Persija Jakarta ke Bhayangkara Presisi Lampung FC pada bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026.
Meski hanya berstatus pemain pinjaman, Ryo mengakui perpisahan ini terasa berat. Pemain asal Jepang berusia 31 tahun tersebut telah menghabiskan hampir tiga tahun bersama Persija Jakarta.
Ryo resmi meninggalkan Persija setelah klub memutuskan meminjamkannya ke Bhayangkara FC. Keputusan ini memantik respons emosional dari banyak pihak, termasuk Jakmania, mengingat kontribusi besar Ryo pada musim lalu.
Musim ini berjalan sulit bagi Ryo. Dia mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen cukup lama dan kehilangan ritme permainan.
Penampilan pertamanya pada musim ini juga tidak berjalan mulus. Masuk dari bangku cadangan, Ryo belum mampu menghindarkan Persija dari kekalahan 0-1 atas Semen Padang pada akhir tahun lalu.
Situasi makin berat setelah Ryo menerima sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Dia dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat pertandingan akibat ucapan tidak sportif kepada perangkat pertandingan.
Pesan Haru untuk Persija dan Jakmania
Meski menghadapi berbagai situasi sulit, Ryo menegaskan kecintaannya kepada Persija. Perasaan itu dia sampaikan melalui pesan panjang di akun Instagram pribadinya.
“Untuk Persija dan Jakmania yang saya cintai. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub besar ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya dari lubuk hati saya yang paling dalam,” ujar Ryo dikutip dari akun Instagram pribadinya (@ryomatsumura.official), Selasa (10/2/2026).
Ryo juga mengenang masa sulit yang pernah dialami Persija, termasuk persoalan finansial yang berdampak langsung pada kondisi tim.
“Hingga musim lalu, tim harus berjuang melalui masa yang sangat sulit akibat permasalahan finansial. Ada masa ketika gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim, dan kami bahkan harus menjalani pertandingan tanpa penonton dengan stadion tertutup,” tulis Ryo.
“Meski menghadapi semua itu, saya tetap bisa terus memberikan yang terbaik dan berkontribusi bagi tim, dan hal tersebut sepenuhnya karena kalian, para pendukung,” tambahnya.
Ryo mengaku kecewa karena kondisi fisiknya kembali pulih saat dia tidak lagi berstatus pemain utama Persija. Dalam pesannya, dia juga mengenang masa kebersamaan dengan pelatih asal Jerman, Thomas Doll.
“Saya juga ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada mantan pelatih kepala, Thomas Doll, yang menelepon saya dan berkata, ‘Saya ingin mengajukan penawaran untuk Ryo, jadi tolong datang ke Persija’,” imbuh Ryo.
Ryo turut menyampaikan apresiasi kepada rekan setim dan seluruh staf Persija yang selama ini memberikan dukungan penuh kepadanya.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan setim yang selama bertahun-tahun telah menjadi sahabat dekat saya, serta kepada seluruh staf yang terus memberikan dukungan kepada saya sepanjang waktu saya berada di klub ini,” sambungnya.
Di akhir pesannya, Ryo menyampaikan doa terbaik untuk Persija dan seluruh elemen klub.
Kisah Haru Martina Ayu, Manfaatkan Bonus SEA Games untuk Bantu Orangtua dan Tabungan Hari Tua
“Terima kasih banyak. Saya mendoakan semua pihak yang terlibat dengan Persija agar terus meraih kesuksesan dan keberuntungan di masa depan,” tutup Ryo.










