Jawaban Jujur FFI soal Bonus Timnas Futsal Indonesia usai Runner-up Piala Asia 2026
JAKARTA, iNews.id – Bonus Timnas Futsal Indonesia menjadi sorotan setelah Skuad Garuda mencetak sejarah sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026, prestasi tertinggi futsal nasional sepanjang keikutsertaan di level Asia.
Timnas Futsal Indonesia sukses melangkah hingga partai final Piala Asia Futsal 2026 untuk pertama kalinya. Pada laga puncak, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dan finis di posisi kedua, hasil yang tetap dinilai sebagai pencapaian monumental.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menilai prestasi tersebut sangat layak mendapatkan apresiasi. Namun, dia secara terbuka mengakui federasi memiliki keterbatasan finansial untuk memberikan bonus langsung kepada seluruh pemain.
Michael menyebut perjuangan Samuel Eko dan kolega pantas mendapat penghargaan setara dengan atlet nasional lain yang sukses di ajang internasional. Karena itu, dia berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak swasta.
Jadwal Siaran Langsung Semifinal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie vs Kunlavut Vitidsarn!
“Jadi kalau bicara soal bonus, ya saya juga bicara apa adanya. Saya juga harus jujur, saya mungkin kapasitasnya terbatas. Jadi, saya tentu berharap bahwa ada perhatian juga dari pemerintah layaknya seperti SEA Games kemarin. Menurut saya prestasi kita di AFC ini tidak kalah hebat dari Emas SEA Games,” kata Michael kepada wartawan termasuk iNews Media Group, Senin (9/2/2026).
Michael menilai pencapaian di Piala Asia Futsal memiliki nilai strategis bagi citra olahraga nasional. Dia menyebut keberhasilan menembus final Asia menunjukkan futsal Indonesia mampu bersaing di level tertinggi kawasan.
Di sisi lain, Michael mengungkapkan para pemain juga menyampaikan harapan terkait apresiasi atas jerih payah mereka selama turnamen. Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka kepada federasi.
“Tentu ini juga menjadi pertanyaan dari para pemain ya, ada juga yang sudah sampaikan ke saya bahwa mereka berharap ada apresiasi, begitu. Tapi kalau bicara saya, saya juga jujur saja sebagai Ketua Umum kapasitas saya terbatas gitu,” ujarnya.
Michael berharap tata kelola FFI ke depan semakin profesional dan tidak bergantung pada kemampuan finansial individu yang menjabat sebagai ketua umum. Menurut dia, federasi perlu memiliki sistem pendanaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Harapan saya ke depan ini federasi memang dikelola secara profesional. Bukan hanya orang-orang yang mungkin punya modal besar jadi Ketua Umum gitu. Tapi kalau saya, ya keterbatasan saya, saya tidak sanggup memberikan bonus secara langsung. Tapi saya berharap dari swasta, dari sponsor-sponsor, dan tentunya perhatian dari pemerintah,” terang dia.
Michael menegaskan perjuangan Timnas Futsal Indonesia layak dihargai secara setimpal. Dia juga menilai apresiasi serupa perlu diberikan kepada atlet dari cabang olahraga lain yang berprestasi di level internasional.
“Kita semua di sini mengakui kemarin itu sudah sangat luar biasa. Dan kita juga harus bisa terus memberikan apresiasi dan motivasi agar teman-teman Timnas Futsal dan menurut saya semua cabang olahraga, bukannya bukan cuma futsal juga mendapatkan apresiasi yang selayaknya,” paparnya.
Michael berharap pesan tersebut sampai kepada para pemangku kebijakan yang memiliki kewenangan untuk memberikan dukungan nyata bagi atlet nasional.
“Jadi saya harap hal ini juga bisa sampai kepada para pemimpin yang punya kapasitas untuk bisa membantu memberikan apresiasi tersebut,” pungkas Michael.










