BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Kemenkes Sarankan Datangi Faskes Terdekat

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Kemenkes Sarankan Datangi Faskes Terdekat

Terkini | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 19:32
share

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait viralnya kasus pasien cuci darah yang terkendala layanan karena status PBI BPJS Kesehatan mendadak nonaktif. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat jika mengalami hal serupa.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, pasien dengan status BPJS Kesehatan nonaktif tetap bisa melakukan reaktivasi secara langsung melalui fasilitas layanan kesehatan.

"Bagi mereka yang belum (aktif lagi), kalau mereka belum melakukan aktivasi berarti tinggal datang ke fasilitas kesehatan melakukan aktivasi lagi," tutur Dante saat ditemui iNews.id di Jakarta, Jumat (6/2/2026). 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya laporan puluhan pasien cuci darah yang sempat ditolak rumah sakit lantaran status PBI BPJS Kesehatan tiba-tiba dinonaktifkan. Akibatnya, proses pengobatan pasien sempat terhambat.

Dante memastikan, Kemenkes bersama instansi terkait telah mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan bagi pasien yang memang membutuhkan layanan medis, khususnya cuci darah.

"Kami lakukan aktivasi pada mereka yang kemudian memang harus memerlukan cuci darah tapi BPJS-nya dinonaktifkan, oleh Dinas Sosial boleh melakukan reaktivasi lagi,” kata Dante.

Ia juga menegaskan, saat ini pasien cuci darah yang terdampak sudah kembali mendapatkan layanan kesehatan dan dapat menjalani pengobatan dengan jaminan BPJS Kesehatan.

"Sudah, sudah aktif, sudah sudah mulai pengobatan lagi," tegas dia.

Lebih lanjut, Wamenkes menuturkan Kemenkes akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Sosial guna melakukan pemutakhiran data penerima PBI BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurut Dante, pembenahan data penting dilakukan karena masih ditemukan masyarakat yang tidak seharusnya menerima PBI BPJS Kesehatan.

"Ini masalah data-data yang kami kompilasi, kami buat supaya lebih bagus karena kami juga tidak mengapresiasi ada beberapa yang harusnya itu tidak menerima PBI tapi menerima PBI. Nah itu makanya dilakukan pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial. Ini diharapkan yang menerima PBI memang mereka yang yang harus, yang memang layak mendapatkan jaminan," ungkap Wamenkes Dante.

Kemenkes pun berharap masyarakat tidak panik apabila mendapati status BPJS Kesehatan mendadak nonaktif dan segera mendatangi faskes terdekat untuk proses aktivasi ulang.

Topik Menarik