Anggaran BGN Belum Cair, 15 Dapur SPPG di Pekalongan Berhenti Operasi

Anggaran BGN Belum Cair, 15 Dapur SPPG di Pekalongan Berhenti Operasi

Nasional | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 19:14
share

PEKALONGAN, iNews.id – Sebanyak 15 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pekalongan terpaksa menghentikan operasional sementara terhitung sejak Rabu (4/2/2026). Penyebabnya, dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Dampak berhentinya SPPG, ribuan siswa mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA, serta sejumlah Posyandu tidak lagi menerima kiriman makanan bergizi gratis (MBG) seperti biasanya.

Salah satu titik yang terdampak adalah Dapur SPPG Kulu Raya di Kecamatan Karanganyar. Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada aktivitas memasak maupun pengemasan makanan. Padahal, dalam kondisi normal, satu dapur ini mampu melayani sekitar 3.290 porsi makanan setiap harinya untuk 13 sekolah dan penerima manfaat lainnya. 

"Mulai Rabu ini kami menghentikan aktivitas. Beberapa bahan makanan yang sudah terlanjur dibeli seperti tahu, akhirnya kami bagikan ke warga sekitar agar tetap bermanfaat dan tidak mubazir," ujar Ketua Yayasan Cahaya Inspirasi Dunia, Sutriyanto.

Pihak pengelola mengaku terbentur aturan baru yang tidak memperbolehkan mereka menalangi biaya operasional menggunakan dana pribadi sembari menunggu pencairan dari pusat.

Berhentinya pasokan makanan ini langsung berdampak pada kegiatan di sekolah-sekolah penerima manfaat. Di SD Negeri 01 Kulu Kajen, pihak sekolah terpaksa meminta para siswa untuk kembali membawa bekal makanan dan memastikan sudah sarapan dari rumah.

"Informasi mengenai penghentian sementara Makan Bergizi Gratis sudah kami sampaikan kepada orang tua murid agar tidak terjadi kebingungan di sekolah," kata Kepala SD Negeri 01 Kulu Kajen, Lucia Prabawati.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, terdapat total 53 SPPG di wilayah tersebut, di mana 15 di antaranya kini resmi berhenti produksi.

Hingga kini, belum ada kepastian resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai kapan dana tersebut akan turun ke daerah. Para pengelola dapur dan pihak sekolah hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut agar program unggulan pemenuhan gizi anak bangsa ini bisa kembali berjalan normal.

Topik Menarik