Kondisi Terkini Adik Keisya Levronka usai Jatuh dari Lantai 6 Gedung Kampus, Memprihatinkan
JAKARTA, iNews.id - Adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, menjadi sorotan publik saat ini. Kisah Lexi terjatuh dari lantai 6 gedung kampusnya di Jakarta Barat pun viral.
Ya, Lexi dikabarkan terjatuh dari lantai 6 gedung kampus saat mengikuti kegiatan latihan Caving sebagai anggota organisasi Mahasiswa Hukum Pencinta Alam. Tali pengait terlepas jadi penyebab kecelakaan itu.
Kini, ibunda Lexi, Levi Leonita Davies tengah berjuang mencari keadilan dan pertanggungjawaban atas kecelakaan yang dialami Lexi dua tahun lalu. Ya, selama dua tahun menurut Levi, pihak kampus enggan bertanggungjawab.
Di Instagram, Levi bahkan mencatat apa saja yang dialami Lexi atas insiden mengerikan tersebut. Dia pun berharap pihak kampus maupun organisasi mahasiswa mau bertanggungjawab.
So, seperti apa kondisi Lexi sekarang? Berikut penjelasan selengkapnya.
Kondisi Lexi Adik Keisya Levronka Sekarang usai Jatuh dari Lantai 6 Gedung Kampus
Mengacu pada unggahan Instagram Levi, Lexi kini mengalami kondisi yang sangat serius usai terjatuh dari lantai 6 gedung kampusnya.
Lexi dilaporkan mengalami tulang ekor retak dan harus dioperasi dan menggunakan penyangga. Lalu, ginjal sebelah kanan mengalami trauma benturan dan bergeser ke atas dan sempat syok tidak berfungsi, sehingga harus beberapa kali cuci darah.
Kemudian, Lexi juga harus beberapa kali tambah darah karena daerah operasinya rembes. Tidak hanya itu, paru-parunya pun dilaporkan terendam cairan (darah), sehingga dilakukan pembersihan.
"Syaraf area panggul hingga kaki bagian kanan tidak berfungsi, sehingga harus terapi dan masih berlangsung sampai sekarang," ungkap Levi dikutip Minggu, (1/2/2026).
Di ginjal Lexi pun diketahui ada robekan, makanya ada dokter mempertimbangkan untuk cuci darah untuk memancing kinerjanya. Di hati ada pembengkakan karena trauma benturan.
Lexi berbulan-bulan di rumah sakit karena semua kondisi tersebut. Karena itu, dokter yang menangani Lexi tidak hanya 1-2 melainkan banyak, seperti dokter spesialis tulang, spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf, spesialis akupuntur, spesialis fisio, spesialis bedah, spesialis anestesi, hingga spesialis kulit.
"Selama 1 tahun harus memakai kateter kemana-mana dan selama 1 tahun juga aktivitas Lexi menggunakan kursi roda, dan bertahap pakai tongkat," ungkap Levi.
"Sampai sekarang harus menggunakan kasur decubitus untuk kenyamanan tulang ekornya. Selama 1 tahun lebih harus menggunakan kursi dari rumah sakit meskipun sudah berada di rumah. Dan aktivitas Lexi harus dibantu oleh suster pribadi," tambahnya.
Atas semua itu, Levi pun meminta pertanggungjawaban pihak kampus. Diketahui, belum lama ini dia dan pihak kampus bertemu dan membahas persoalan tersebut.
"Alhamdulillah pertemuan hari ini berjalan lancar. Sudah ada respons baik dan terima kasih itikad baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material dan immaterial yang sudah dikeluarkan," kata Levi.
"Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa dan support-nya, ya, ges," tambahnya.
Di postingan Instastory, Levi menjelaskan alasannya speak up soal kecelakaan yang dialami adik Keisya Levronka.
"Saya hanya seorang ibu yang memperjuangkan anak. Tidak punya perusahaan besar, tidak ada koneksi orang penting, tidak paham hukum, dan tahu berhadapan dengan siapa. Tapi, tidak sedikitpun saya ragu dalam mengambil tindakan. Saya akan lalui apa pun jika itu menyangkut anak-anak saya," kata Levi.









