Plafon SDN Kramat 1 Bangkalan Ambruk, Siswa Panik Nangis Histeris
BANGKALAN, iNews.id – Suasana belajar mengajar di SDN Kramat 1, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak mencekam, Rabu (28/1/2026) pagi. Plafon atap ruang kelas satu tiba-tiba runtuh saat para siswa baru selesai membaca doa bersama untuk memulai pelajaran. Mereka panik berhamburan keluar kelas hingga menangis histeris.
Insiden bermula beberapa saat setelah bel masuk berbunyi. Saat ruangan kelas masih tenang usai berdoa, ruas plafon bagian depan tiba-tiba ambrol. Suara dentuman material yang jatuh sontak memicu kepanikan luar biasa.
Dalam rekaman video amatir milik guru kelas, terdengar suara tangisan histeris siswa perempuan yang ketakutan. Tak lama setelah reruntuhan pertama, terjadi dua kali runtuhan susulan yang membuat seluruh bagian plafon di kelas tersebut tak bersisa.
"Mengerikan sekali suaranya, sampai tiga kali kejadian runtuhnya. Begitu runtuh yang pertama, anak-anak langsung berhamburan keluar semua. Sekitar 10 menit kemudian, menyusul runtuh lagi sampai habis," ujar Kepala SDN Kramat 1 Bangkalan, Sri Handayani.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, bangunan kelas tersebut terakhir kali direnovasi sekitar 10 hingga 15 tahun lalu. Meski secara usia bangunan belum tergolong sangat tua, namun diduga rangka plafon yang terbuat dari kayu sudah mengalami pelapukan.
Kondisi kayu yang lapuk disinyalir tak lagi kuat menahan beban plafon hingga akhirnya ambrol secara bertahap. Kejadian ini pun membuat siswa di kelas lain merasa was-was dan takut plafon di ruangan mereka akan mengalami hal serupa.
Siswa Belajar di Musala
Pasca-kejadian, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan untuk melaporkan kerusakan total tersebut. Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, para siswa kelas satu terpaksa dievakuasi.
"Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar siswa kelas satu kami pindahkan ke musala terdekat. Yang penting anak-anak bisa tenang dulu dan tetap belajar," ujarnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh dan mengecek kondisi ruang kelas lainnya guna menjamin keamanan serta keselamatan para siswa selama di sekolah.










