Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"
WASHINGTON, iNews.id - Jam kiamat kembali berdetak, Selasa (27/1/2026), jarumnya mendekati tengah malam, menandakan dunia semakin dekat dengan kehancuran.
Jam kiamat dibuat oleh para ilmuwan atom sebagai bentuk penafsiran terhadap potensi kehancuran dunia. Awalnya dipicu oleh potensi perang nuklir, namun kemudian berkembang ke isu lingkungan dan perubahan iklim.
Buletin Ilmuwan Atom mengumumkan, jarung jam di-setting berada pada 85 detik menuju tengah malam. Para ilmuwan memajukan jam tersebut 4 detik dibandingkan posisi terakhirnya pada 2025. Ini merupakan posisi terdekatnya dengan angka nol atau tengah malam, sejak dibuat pada 1947.
Perubahan posisi jarum jam ditandai dengan meningkatnya beberapa risiko, termasuk semakin meluasnya persenjataan nuklir, perubahan iklim, penyalahgunaan bioteknologi, serta pengembangan kecerdasan buatan yang sembrono.
Para ilmuwan juga menyebut perubahan waktu jam disebabkan semakin agresifnya permusuhan melibatkan Rusia, China, Amerika Serikat, serta negara-negara besar lain.
"Pemahaman global yang telah susah payah dicapai sedang runtuh," bunyi pernyataan Buletin Ilmuwan Atom.
Kondisi tersebut melemahkan kerja sama internasional yang penting untuk mengurangi risiko eksistensial.
Presiden dan CEO Buletin Ilmuwan Atom Alexandra Bell memperingatkan tentang situasi berbahaya ini.
"Apa yang kita lihat sekarang merupakan krisis ganda dari semua ancaman ini yang datang bersamaan dengan kepemimpinan yang sangat buruk, kurangnya keberanian dari para pemimpin seluruh dunia," ujarnya, di Carnegie Endowment for International Peace, Washington DC.
Namun dia mengingatkan, semua orang bisa berperan memutar kembali jam ke posisi lebih jauh dari "kiamat".
Bell mengajak semua orang untuk memainkan peran seraya mendesak para pemimpin dunia mereka melakukan tindakan yang mengurangi ancaman kehancuran dunia.









