Update Longsor Cisarua KBB: SAR Temukan 5 Korban, Total 25 Jenazah Diserahkan ke Tim DIV
BANDUNG BARAT, iNews.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1/2026).
Kelima jenazah tersebut langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Posko DVI Polda Jabar yang berlokasi di Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi.
Proses identifikasi dilakukan secara saksama untuk memastikan data post-mortem sesuai dengan data ante-mortem yang diberikan pihak keluarga sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan.
Suasana harus terlihat di puskesmas Pasirlangu. Keluarga korban yang telah menunggu sejak pagi tak kuasa menahan air mata melihat kantung jenazah diturunkan satu per satu.
Salah seorang orang tua korban dilaporkan pingsan dan harus mendapatkan perawatan medis karena tidak kuasa menerima kenyataan pahit bahwa anggota keluarganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian di titik-titik yang diduga masih menimbun warga. Beruntung, cuaca pada Senin siang terpantau cukup cerah meskipun sempat diguyur hujan ringan pada pagi hari.
Kondisi cuaca yang mendukung ini memudahkan alat berat dan personel darat untuk menyisir material tanah yang cukup tebal dan labil. Petugas berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang dapat ditemukan.
Pada hari ketiga operasi pencarian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan sembilan unit alat berat serta tujuh unit pompa air untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan, pola operasi pada hari ketiga masih dilakukan dengan metode yang sama seperti hari sebelumnya.
“Jadi, hari ketiga ini kita akan melakukan operasi seperti sebelumnya. Untuk hari ini, kita akan mengerahkan sembilan alat berat (ekskavator) dan tujuh alat alkon (pompa air),” katanya di Bandung, Senin (26/1/2026).
Yudhi menjelaskan, total personel yang terlibat dalam operasi pencarian hingga hari ini hampir mencapai 1.000 orang. Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah dan relawan.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, Basarnas juga melibatkan anjing pelacak K-9. Sebanyak 12 ekor anjing K-9 dikerahkan dari kepolisian dan Kantor SAR Semarang.










