Longsor Cisarua, 4.500 Porsi Makanan per Hari Disiapkan untuk Para Pengungsi
JAKARTA, iNews.id - Dapur umum disiapkan di tengah upaya pencarian puluhan korban hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Setiap harinya, dapur umum memproduksi sekitar 4.500 paket makanan guna memenuhi kebutuhan ratusan pengungsi dan petugas di lokasi bencana.
Bantuan logistik juga terus disalurkan untuk mendukung pelaksanaan status tanggap darurat.
“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Gus Ipul menyampaikan, Kemensos mendukung pelaksanaan tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan logistik serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait seperti Basarnas, BNPB, BPBD dan dinas sosial setempat.
Bantuan logistik disalurkan melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut meliputi 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, 500 paket makanan siap saji, 400 paket lauk pauk siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket family kit, 200 paket kids ware, serta masing-masing 50 paket sandang anak dan sandang dewasa.
Di tingkat daerah, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu yang berlokasi di samping Kantor Desa Pasirlangu. Dapur umum tersebut memproduksi sekitar 4.500 paket makanan per hari untuk tiga kali makan dengan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Bandung Barat.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Sebelumnya diberitakan, korban tewas akibat longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bertambah menjadi 17 orang. Dari jumlah itu, 11 jenazah berhasil teridentifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah pada Minggu (25/1/2026).
"Jumlah ini sudah termasuk dari 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta 6 yang masih proses identifikasi," ujar Aam dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).










