Kapolri Singgung Agustus Kelabu saat Rapat Komisi III DPR: Alhamdulillah Bisa Dikendalikan

Kapolri Singgung Agustus Kelabu saat Rapat Komisi III DPR: Alhamdulillah Bisa Dikendalikan

Terkini | inews | Senin, 26 Januari 2026 - 10:37
share

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyinggung peristiwa yang disebutnya sebagai Agustus Kelabu saat rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Peristiwa tersebut adalah demo besar yang berujung aksi kerusuhan di sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025 lalu.

Dia mengakui 2025 merupakan tahun yang sangat sulit. Pasalnya, ada berbagai dinamika yang terjadi di Tanah Air.

"Khususnya kejadian beberapa waktu yang lalu yang kami kenal dengan istilah Agustus kelabu," kata Sigit, Senin (26/1/2026).

Peristiwa itu, kata dia, berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Bahkan, aksi tu berujung pada perusakan fasilitas publik di Polri, DPRD, hingga pemerintah daerah (pemda).

"Namun Alhamdulillah atas kerja keras dari seluruh anggota dan dukungan seluruh elemen bangsa pada saat itu dalam waktu cepat situasi segera bisa dikendalikan," ujarnya.

Dia pun memastikan kamtibmas pada 2025 berjalan dengan kondusif.

"Mohon izin kami melaporkan bahwa stabilitas Kamtibmas nasional pada tahun 2025 dalam keadaan aman dan kondusif," tutur dia.

Dalam raker itu, Sigit juga memaparkan enam sasaran prioritas dalam rencana kerja di 2026. Hal tersebut disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yaitu misi Asta Cita.

"Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Polri menetapkan enam sasaran prioritas yang mengacu pada rencana kerja pemerintah tahun 2026," kata Sigit.

Pertama, kata dia, menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh Indonesia secara responsif dan prediktif. Kedua, mewujudkan pelayanan publik Polri yang berkualitas dan berintegrasi.

Ketiga, menegakkan hukum yang humanis, akuntabel dan berkeadilan. Keempat, mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Polri yang profesional, cerdas dan berintegritas melalui pengelolaan SDM yang modern dan tranparan. 

Kelima, membangun dan mengembangkan infrastruktur strategis kepolisian yang terintegrasi dalam mendukung operasional kepolisian. Keenam, meningkatkan dan mewujudkan budaya integritas, kejujuran dan kehormatan pada setiap pelaksanaan tugas kepolisian dalam rangka memperkuat tata kelola organisasi dan SDM yang baik.

Menurut Sigit, keseluruhan sasaran strategis tersebut bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terkendali melalui kepolisian yang berintegritas, modern dan akuntabel sebagai outcome yang diukur menggunakan 17 indikator kinerja utama dengan target yang telah ditetapkan. 

Topik Menarik