Aktivis dan Kreator Konten Lapor Polisi usai Diteror karena Kritik Bencana Sumatra

Aktivis dan Kreator Konten Lapor Polisi usai Diteror karena Kritik Bencana Sumatra

Terkini | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27
share

JAKARTA, iNews.id - Aktivis lingkungan Greenpeace Iqbal Damanik dan kreator konten Yansen melaporkan dugaan teror yang mereka terima. Diketahui, teror tersebut muncul usai mereka menyuarakan kritik soal penanganan bencana banjir di Sumatra.

"Kami sebenarnya mendorong pihak kepolisian untuk memandang kasus ini secara holistik dan secara lebih makro, bahwa ini bukan tindakan ancamannya saja, tapi ada motif-motif politis yang kemudian memicu adanya ancaman tersebut," kata Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Gema Gita di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).

Gema menegaskan Yansen dan Iqbal mendapati teror berulang yang mengancam keselamatan diri dan keluarganya. Ia pun melihat teror tersebut sudah termasuk tindak pidana sehingga pihaknya melaporkan ke pihak berwajib.

"Jadi, bukan hanya bentuk ancaman biasa, bukan bentuk intimidasi biasa, tapi sudah pada dugaan tindak pidana teror yang menyebabkan ketakutan secara meluas," kata Gema.

Adapun pada Desember 2025 lalu, Iqbal Damanik diteror dengan bangkai ayam tanpa kepala yang dikirim ke kediamannya. Sedangkan Yansen diteror dengan cara doxing dan peretasan kartu SIM ponselnya. 

Dia mengkritik tindakan pemerintah saat penanganan bencana Sumatera melalui media sosial pribadinya. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah terbuka atas segala kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatra.

"Kami, pemerintah, mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana di Sumatra," ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta pada Desember lalu.

Topik Menarik