Berantas Rokok Ilegal, Purbaya bakal Tambah Lapisan Tarif Cukai

Berantas Rokok Ilegal, Purbaya bakal Tambah Lapisan Tarif Cukai

Terkini | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 16:54
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah satu lapisan (layer) baru pada struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT). Hal ini untuk memberikan ruang bagi produk rokok yang sebelumnya ilegal agar bisa masuk ke jalur resmi dan mulai menyetor pungutan ke negara.

Purbaya menuturkan, kebijakan ini diambil agar para produsen rokok tanpa pita cukai memiliki wadah legal untuk beroperasi secara patuh pajak.

"Kami akan memastikan satu layer baru mungkin masih didiskusikan ya untuk memberi ruang kepada yang ilegal-ilegal untuk masuk menjadi legal. Jadi mereka akan bayar pajak juga nanti," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Dia memastikan proses diskusi dengan para produsen rokok yang menjadi target kebijakan ini tengah berjalan. Jika tidak ada hambatan, regulasi baru terkait penambahan layer CHT tersebut akan diterbitkan pada pekan depan.

Namun, Purbaya ini juga memberikan peringatan keras kepada para pemain rokok ilegal jika tetap menolak untuk beralih ke jalur legal setelah aturan ini berlaku.

"Nanti kalau peraturan keluar mungkin minggu depan kali ya. Kalau mereka masih main-main saya akan hantam semuanya. Enggak ada ampun lagi," tuturnya.

Langkah ini merupakan respons atas lonjakan peredaran rokok ilegal. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 1,4 miliar hingga 1,5 miliar batang rokok ilegal yang berhasil ditindak. 

Jumlah batang yang melanggar aturan tersebut melonjak tajam hingga 77,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 792 juta batang.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa jumlah yang tertangkap tersebut barulah sebagian kecil dari realita di lapangan.

"Tetapi kalau kami memahami bahwa di luar sana masih belasan miliar lagi yang sifatnya itu ilegal," kata Suahasil beberapa waktu lalu.

Dari sisi kinerja fiskal, setoran cukai sepanjang tahun lalu menyumbang angka terbesar bagi kantong negara, yakni mencapai Rp221,7 triliun. 

Meski angka ini tercatat turun dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp226,4 triliun, sejalan dengan penurunan produksi hasil tembakau sebesar 3 persen secara tahunan, pemerintah tetap optimis dengan target penerimaan tahun ini.

Secara keseluruhan, total setoran dari cukai, bea masuk, dan bea keluar sepanjang 2025 mencapai Rp300,3 triliun atau merealisasikan 99,6 persen dari target APBN.

Topik Menarik