Pengalaman Pahit Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming akan Difilmkan? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Pengalaman pahit artis Aurelie Moeremans menjadi korban child grooming saat masih berusia 15 tahun dikabarkan akan dibuat film. Benarkah informasi tersebut?
Aurelie Moeremans secara jujur dan terbuka kepada publik mengaku menjadi korban child grooming. Kisah pilu tersebut ditumpahkan dalam bentuk buku berjudul Broken Strings yang dapat diakses secara gratis di ruang digital.
Siapa sangka, pengalaman itu rencananya akan dijadikan film. Hal ini disampaikan Aurelie dalam pesan broadcast eksklusif di Instagram.
Aurelie Moeremans mengaku senang jika suatu hari nanti ada yang mau mengadaptasi bukunya menjadi sebuah karya film. Awalnya, ia sempat bertanya pada para pengikutnya di Instagram, kira-kira siapa produser atau sutradara yang cocok untuk menggarap film tersebut.
Gagasan itu ternyata mendapat sambutan baik dari beberapa production house (PH). Bahkan satu di antaranya tidak disangka-sangka oleh Aurelie memberikan tawaran untuk mengadaptasi bukunya menjadi sebuah film.
Namun Aurelie belum bisa mengungkap PH apa yang ia incar untuk menggarap film ini, yang pasti Aurelie memohon doa dan dukungan dari warganet agar proyek ini bisa benar-benar terwujud dan memberi dampak yang lebih luas.
"Ada beberapa PH yang tertarik. Ada satu yang aku gak sangka-sangka! Can't spill yet.. takut jinx it... TAPI AKU EXCITED BANGET, DOAIN LANCAR!" tulis Aurelie, dikutip Senin (12/1/2026).
Kabar ini juga disambut baik warganet di X yang mendoakan agar Aurelie mendapat PH yang tepat, yang dapat mendukungnya dan terutama para perempuan.
"Semoga bisa dapet PH yg standing for you and women, ya kak! Jangan sampai cari PH yang malah ngebuat trauma kamu makin gede," tulis akun X @m0o***.
Sebagai informasi, Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah adalah buku digital yang ditulis Aurelie Moeremans yang bercerita tentang pengalaman pahit dalam hidupnya saat usia remaja. Dalam buku itu, ia menceritakan kisahnya menjadi korban child grooming oleh seorang laki-laki dewasa yang usianya hampir dua kali lebih tua.
Grooming yang dimaksud adalah pelaku secara perlahan membangun kepercayaan dan hubungan yang pada akhirnya memanipulasi serta mengeksploitasi korban yang masih di bawah umur. Selain manipulasi emosional, Aurelie juga mengungkap pengalaman pelecehan dan kekerasan fisik yang dialaminya selama hubungan tersebut.
Selain menceritakan trauma, Aurelie juga membagikan kisahnya menyelamatkan diri sendiri dan berusaha bangkit dari luka di masa lalu.










