Viral Kylian Mbappe Ajak Rekan Setim Tolak Beri Guard of Honour ke Barcelona usai Kekalahan Madrid

Viral Kylian Mbappe Ajak Rekan Setim Tolak Beri Guard of Honour ke Barcelona usai Kekalahan Madrid

Olahraga | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 09:35
share

MADRID, iNews.id – Kylian Mbappe membuat kontroversi besar setelah memerintahkan rekan-rekan Real Madrid untuk tidak memberikan guard of honour bagi Barcelona usai kalah di final Piala Super Spanyol 2026, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. Kabar ini disampaikan jurnalis terkemuka Alfredo Martinez, didukung video yang diunggah Esport3.

Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, Raphinha membuka keunggulan Barcelona. Madrid sempat dua kali menyamakan kedudukan sebelum jeda, memperlihatkan ketegangan tinggi dalam duel El Clasico yang selalu memukau dunia.

Di babak kedua, gol kedua Raphinha pada menit-menit akhir melewati kiper Thibaut Courtois, memastikan kemenangan 3-2 bagi tim Hansi Flick. Dengan hasil ini, Barcelona menjuarai Supercopa Spanyol untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir, mempertegas dominasi mereka atas Madrid di kompetisi ini.

Setelah peluit akhir, para pemain Los Blancos menuju bangku cadangan. Pelatih Xabi Alonso sempat memberi opsi untuk melakukan guard of honour secara sukarela, sementara para pemain Barcelona naik ke podium menerima medali juara.

Namun menurut Martinez, Mbappe menolak ikut dan malah memimpin rekan-rekannya ke pinggir lapangan. Dia tampak kesal dan berkomunikasi dengan Raul Asencio tentang prosedur guard of honour, menolak ikut dalam penghormatan tradisional tersebut.

Kemudian Martinez menambahkan dalam akun X miliknya jika Mbappe dan kolega tak memberikan guard of honour karena arahan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

"Real Madrid mengatakan bahwa Federasi Sepak Bola-lah yang menyuruh mereka pindah ke area lain karena mereka berada dalam jangkauan kamera, dan itulah mengapa mereka tidak membentuk barisan kehormatan," tulis Martinez di akun X.

Tindakan Mbappe menuai kritik tajam. Akun populer di X (Twitter) menudingnya sebagai “sore loser”, sementara media SPORT menyebutnya sebagai “gesture tidak sportif yang buruk di mata fans Barcelona dan menggambarkan sisi Mbappe yang sering muncul.”

Masuk sebagai pemain pengganti setelah gol penentu Raphinha, Mbappe juga terlibat insiden yang berujung kartu merah bagi Frenkie de Jong. Meski hampir mencetak assist di menit-menit akhir, Madrid gagal memaksimalkan peluang sehingga Barcelona tetap mengangkat trofi Supercopa.

Pelatih Xabi Alonso pun memberi komentar yang bisa dianggap menyindir Barcelona. Ia menyebut meski kalah tetap terasa sakit, Supercopa merupakan “kompetisi paling tidak penting” di antara turnamen yang dijalani Real Madrid, menekankan fokus timnya tetap pada target besar lainnya.

Dengan hasil ini, Barcelona telah memenangkan empat gelar mayor Spanyol dari Madrid dalam beberapa tahun terakhir, meningkatkan tekanan bagi pelatih Hansi Flick dan memperpanjang cerita rivalitas sengit El Clasico di level domestik.

Topik Menarik