Teh atau Kopi, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan Tulang?
JAKARTA, iNews.id – Teh dan kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Selain memberi rasa segar dan meningkatkan fokus, dua minuman ini juga kerap dikaitkan dengan dampaknya terhadap kesehatan tulang. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik?
Dilansir dari Verywell Health, Senin (12/1/2025) kopi mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun, dari sisi kesehatan tulang, kafein diketahui dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin.
Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin besar pula potensi kalsium yang hilang dari tubuh. Padahal, kalsium merupakan mineral utama yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.
Meski begitu, efek kafein terhadap tulang tidak serta-merta berdampak buruk. Dampaknya sangat bergantung pada jumlah kopi yang dikonsumsi dan kecukupan asupan kalsium harian. Jika kebutuhan kalsium tercukupi, baik dari susu, yogurt, sayuran hijau, maupun suplemen, risiko kafein terhadap kesehatan tulang dapat ditekan. Dengan kata lain, minum kopi dalam batas wajar masih tergolong aman bagi tulang.
Sementara itu, teh—terutama teh hijau dan teh hitam—memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan. Senyawa ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh secara rutin dikaitkan dengan kepadatan tulang yang lebih baik, terutama pada orang dewasa yang terbiasa meminumnya.
Antioksidan dalam teh dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang berkontribusi pada penurunan massa tulang seiring bertambahnya usia. Meski demikian, teh bukanlah solusi tunggal atau “obat ajaib” untuk menjaga tulang tetap kuat.
Pada akhirnya, kesehatan tulang tidak hanya ditentukan oleh pilihan antara teh atau kopi. Faktor lain seperti asupan kalsium dan vitamin D, aktivitas fisik, serta faktor genetik juga memiliki peran besar. Minum kopi dalam jumlah sedang tidak otomatis meningkatkan risiko tulang rapuh, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Begitu pula dengan teh, meski dinilai memiliki manfaat tambahan bagi tulang, tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif. Rutin berolahraga dan memastikan asupan nutrisi yang cukup menjadi kunci utama menjaga kepadatan tulang dalam jangka panjang.






