Geger Sinkhole Berair Biru di Limapuluh Kota, Warga Diminta Tak Percaya Mitos Ini

Geger Sinkhole Berair Biru di Limapuluh Kota, Warga Diminta Tak Percaya Mitos Ini

Nasional | inews | Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:59
share

LIMAPULUH KOTA, iNews.id – Tim ahli dari Badan Geologi Kementerian ESDM mendatangi lokasi lubang raksasa atau sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka akan melakukan kajian teknis guna mengungkap fenomena alam yang menghebohkan masyarakat Sumatera Barat tersebut.

Peninjauan ini difokuskan pada pengumpulan data awal, mulai dari struktur tanah, aliran air bawah tanah, hingga karakteristik geologi di sekitar lubang amblas.

Tim ahli dijadwalkan melakukan kajian cepat (rapid assessment) selama dua hari. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian informasi kepada publik sekaligus memetakan potensi bahaya susulan.

Anggota tim ahli Badan Geologi ESDM, Taufik Wirabuana menjelaskan, fenomena sinkhole sebenarnya umum terjadi di wilayah dengan struktur batuan kapur atau karst. 

"Ini terjadi akibat proses pelarutan batuan oleh air dalam jangka waktu yang sangat lama, sehingga membentuk rongga di bawah permukaan yang akhirnya tidak kuat menahan beban di atasnya," kata Taufik, Jumat (9/1/2026).

Badan Geologi juga menyoroti perilaku masyarakat yang berbondong-bondong mengambil air dari dalam sinkhole karena mempercayai klaim bisa menyembuhkan penyakit. Tim ahli dengan tegas mengimbau warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara ilmiah.

Senada dengan tim ahli, tokoh masyarakat setempat, Fajar Rilah Veski, berharap kehadiran tim geologi dapat meredam simpang siur informasi di tengah warga.

"Kami berharap hasil kajian ini segera keluar agar masyarakat mendapat kepastian dan tidak ada lagi spekulasi atau mitos yang justru membahayakan keselamatan," tuturnya.

Hasil kajian dari Badan Geologi ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi. Mengingat struktur tanah di kawasan karst bersifat labil, rekomendasi ahli akan sangat menentukan apakah area persawahan tersebut masih aman untuk aktivitas pertanian atau harus dikosongkan secara permanen.

Untuk sementara, petugas tetap memasang garis pengaman dan meminta warga tidak mendekati bibir lubang demi menghindari risiko amblasan susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Topik Menarik