BNPB: Warga Aceh Tamiang Bisa Pilih Huntara Terpusat atau In-Situ
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dua skema hunian sementara (huntara), untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Dua skema tersebut meliputi huntara terpusat dan huntara in-situ yang dibangun di lokasi rumah warga terdampak.
Penyediaan hunian menjadi salah satu target utama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan pascabencana. Secara rekapitulasi, jumlah rumah rusak berat di setiap provinsi menjadi dasar penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap (huntap), serta dana tunggu hunian (DTH).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pendekatan ganda ini dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam, terutama terkait aktivitas kerja, pendidikan, dan keterikatan sosial warga dengan lingkungan asal.
“Jadi, huntara di Aceh Tamiang itu ada dua skema, yaitu huntara terpusat seperti yang dibangun oleh Danantara, dan juga huntara in-situ,” kata Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, cukup banyak warga yang memilih agar huntara dibangun di lokasi rumah lama mereka. Pertimbangan utamanya adalah kedekatan dengan aktivitas sehari-hari.
“Tercatat sekitar 120 kepala keluarga memilih skema huntara in-situ. Sifatnya sementara, tetap dibangun di lokasi rumah lama karena ada keperluan ke tempat kerja, sekolah, dan aktivitas lainnya,” jelasnya.
Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga terus memantau progres pembangunan hunian pascabencana di wilayah lain, termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Di Sumatra Utara, pembangunan huntara, huntap, serta penyaluran dana tunggu hunian telah selesai di sejumlah wilayah. Sementara itu, di Sumatra Barat, progres penyaluran DTH tercatat paling signifikan.
“Dari 2.234 usulan, rekening yang sudah dibuat sebanyak 1.425, dan 792 di antaranya sudah disalurkan,” beber Aam.
Abdul Muhari menambahkan bahwa percepatan pembangunan huntara masih terus dilakukan di sejumlah titik dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan agar segera dapat ditempati warga.
“Ini membutuhkan satu hingga dua hari lagi untuk tahap finishing. Kita harapkan di awal minggu depan sudah sesuai target,” ujarnya.










