10 Hari Mengungsi, Korban Banjir di Banjar Keluhkan Jatah Makan

10 Hari Mengungsi, Korban Banjir di Banjar Keluhkan Jatah Makan

Nasional | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 00:45
share

BANJAR, iNews.id – Ratusan korban banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih bertahan di posko-posko pengungsian. Para penyintas banjir mengeluhkan distribusi makanan dari dapur umum yang jadwalnya tidak menentu.

Banjir yang belum kunjung surut ini setidaknya masih merendam 21 desa di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, memaksa warga bertahan di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah daerah.

Seorang pengungsi, Mega mengungkapkan, selama berada di pengungsian, kebutuhan dasar untuk balita memang selalu tersedia setiap hari.

Namun, hal berbeda dirasakan untuk jatah makanan siap saji. Menurutnya, frekuensi distribusi makanan sering kali berubah-ubah dan tidak pasti. "Untuk bantuan makanan, terkadang kami cuma dapat satu kali sehari, kadang dua kali. Tidak pasti jadwalnya," ujar Mega, Kamis (8/1/2026).

Kondisi ini membuat warga harus pintar-pintar mengatur sediaan makanan yang ada agar cukup untuk bertahan hingga distribusi berikutnya tiba.

Menanggapi keluhan tersebut, Kabid Penanganan Bencana Daerah BPBD Kalimantan Selatan, Achmadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal melalui dapur umum. Saat ini, dapur umum di Kecamatan Sungai Tabuk memproduksi sebanyak 7.500 porsi makanan setiap harinya.

Achmadi menegaskan, jumlah tersebut difokuskan untuk korban prioritas, terutama mereka yang berada di posko pengungsian. "7.500 porsi ini kami siapkan untuk para korban prioritas di wilayah Sungai Tabuk agar kebutuhan pangan mereka terpenuhi," kata Achmadi.

Berdasarkan data terbaru, banjir di Kabupaten Banjar kian meluas dan kini merendam 12 wilayah kecamatan. Secara total, terdapat 133 desa yang masih tergenang air dengan ketinggian mencapai satu meter.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.149 jiwa di seluruh Kabupaten Banjar terdampak langsung oleh bencana ini. Petugas gabungan masih terus bersiaga untuk mengevakuasi warga dan mendistribusikan logistik ke titik-titik yang sulit dijangkau akibat tingginya debit air.

Topik Menarik