Gagal Lindungi Presiden Maduro dari Serangan AS, Komandan Paspampres Venezuela Dipecat
KARAKAS, iNews.id - Presiden Venezuela Delcy Rodriguez memecat komandan paspampres Mayor Jenderal Javier Marcano Tabata, Kamis (8/1/2026). Dia dianggap gagal melindungi Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores sehingga ditangkap militer Amerika Serikat (AS) dalam penyerbuan pada 3 Januari lalu.
Rodriguez mengganti Marcano Tabata dengan Jenderal Gustavo Gonzalez Lopez. Selain itu, Gonzalez Lopez juga ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Kontra Intelijen Militer (DGCIM).
Laporan media nasional Venezuela mengungkap, Rodriguez kecewa dengan Marcano Tabata karena gagal menerapkan langkah-langkah keamanan yang memadai selama operasi militer AS.
Kementerian Komunikasi Venezuela menjelaskan, penunjukan Gonzalez Lopez bagian dari upaya penguatan dan keberlanjutan institusional, bertujuan untuk memastikan penegakan konstitusi negara.
Selain di paspampres, pemerintah Venezuela melakukan perombakan di Dewan Keamanan Nasional terkait serangan AS. Perubahan terjadi di tingkat komando tertinggi.
Para pengamat politik dan militer mengatakan, langkah Rodriguez tersebut tampaknya bertujuan sebagai konsolidasi serta memperketat kendali aparat keamanan selama masa transisi.
Gonzalez Lopez menjabat kepala dinas intelijen Venezuela (SEBIN) dari 2019 hingga 2024 dan memegang jabatan menteri dalam negeri dan kehakiman.
Pengangkatannya menarik perhatian di dalam negeri dan internasional karena rekam jejaknya sebagai pejabat keamanan senior era Maduro.
Organisasi internasional dan hak asasi manusia (HAM) mengkritik Gonzalez Lopez atas dugaan pelanggaran yang dilakukan selama masa jabatannya di SEBIN. Tuduhan itu menyebabkannya dijatuhi AS dan Uni Eropa.









