5 Negara Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Israel, Api Lumat 20 Km Persegi Lahan
TEL AVIV, iNews.id - Beberapa negara membantu padamkan kebakaran hutan Israel. Negara itu dilanda kebakaran hutan dahsyat terbaru sejak Rabu (30/4/2025), namun api kini telah dikendalikan.
Kebakaran yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terparah di Israel itu melumat area seluas 20 km persegi di antara Tel Aviv dan Yerusalem. Api bahkan nyaris memasuki Yerusalem atau umat Islam mengenalnya dengan Baitul Maqdis.
Otoritas Israel sempat menutup Route 1, jalan utama yang menghubungkan Yerusalem dengan Tel Aviv setelah api dengan ganasnya menjilat ke arah mobil-mobil yang melintas. Video yang beredar di media sosial menunjukkan, para pengemudi dan penumpang diminta petugas untuk meninggalkan kendaraan mereka dan pergi berjalan kaki untuk menjauh dari api.
Tayangan lain menunjukkan beberapa kendaraan terbakar setelah ditinggalkan pemiliknya yang menyelamatkan diri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu memberlakukan keadaan darurat nasional. Dia panik setelah kebakaran menyebar dengan cepat. Bahkan dia mengemis kepada negara-negara lain untuk mengirim bantuan.
5 Negara Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Israel
Setidaknya ada lima negara yang membantu pemadaman kebakaran hutan di Israel, yakni:
- Italia
- Kroasia
- Spanyol
- Prancis
- Rumania.
Negara lain yang turut membantu pemadaman adalah tetangga Israel yakni Siprus dan Yunani. Negara-negara tersebut mengirim pesawat pemadam kebakaran beserta kru ke Israel pada Kamis atau sehari setelah kebakaran terjadi.
Pihak berwenang Israel mengungkap ada 10 pesawat pemadam kebakaran beroperasi pada Kamis pagi, sementara delapan pesawat lainnya menyusul tiba di hari yang sama.
Juru bicara otoritas pemadam kebakaran dan penyelamatan Israel Tal Volvovitch mengatakan, api melahap 20 km persegi lahan, menjadikannya kebakaran paling besar setidaknya dalam 10 tahun terakhir.
Dia mengatakan, api secara ajaib tidak menghancurkan banyak rumah.
Sementara itu tim investigasi khusus, termasuk melibatkan pemadam kebakaran, dibentuk untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Hasil pemeriksaan awal mengungkap, kebakaran yang melahan hutan pinus disebabkan faktor alami, yakni kondisi panas dan tiupan angin kering kencang.
Ini bertentangan dengan tuduhan Netanyahu bahwa kebakaran disengaja oleh segelintir orang. Dia mengklaim bahwa otoritas penegak hukum telah menangkap 18 orang, namun segera dibantah oleh kepolisian, meski ada faktor kelalaian manusia.
"Kebakaran utama di Perbukitan Yerusalem tidak dilakukan dengan sengaja, dan penyelidikan menunjukkan kebakaran tersebut disebabkan oleh kelalaian," demikian laporan stasiun televisi Channel 12.
Sebagian besar api bisa dipadamkan pada Kamis sore. Pemerintah Israel mengumumkan kebakaran hutan dahsyat di wilayah Yerusalem berhasil dikendalikan setelah hampir 30 jam.
Tiga lingkungan yang dihuni penganut Katolik juga sudah kembali pada Kamis. Sebagian penduduk sudah diperbolehkan pulang.
Juru bicara Patriarkat Latin Farid Jubran mengatakan, lahan pertanian warganya, termasuk kebun anggur dan pohon zaitun, mengalami kerusakan parah, serta beberapa bangunan rusak. Meski demikian tidak ada korban luka dan beberapa gereja bersejarah tidak terkena dampak.
Jalan utama Route 1 juga telah dibuka pada Kamis sore.










