IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, ARCI hingga BREN Masuk Rekomendasi
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga menguji level resistance 5.143, setelah sebelumnya ditutup menguat 2,25 persen ke level 5.030.
Tim riset MNC Sekuritas menilai, volume pembelian IHSG masih mendominasi meskipun mulai menunjukkan penyusutan. Penguatan tersebut juga membentuk gap pada area 4.921-4.995.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v]. Dengan demikian, investor perlu mencermati potensi koreksi lanjutan pada pergerakan indeks.
"Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4,763-4,807," tulis MNC Sekuritas dalam MNCS Daily Scope, Jumat (6/11/2026).
Meski demikian, MNC Sekuritas tidak menutup kemungkinan IHSG melanjutkan penguatan untuk menguji level resistance di 5.143.
Untuk level support IHSG berada di 4.847 dan 4.763. Sementara level resistance berada di 5.143 dan 5.247.
Berikut saham yang direkomendasikan:
ARCI - Buy on Weakness
ARCI menguat 12,07 persen ke 975, didukung peningkatan volume pembelian. Posisi ARCI saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 885-930
Target Price: 1.035, 1.120
Stoploss: below 815
BIPI - Buy on Weakness
BIPI terkoreksi 2,53 persen ke 77, disertai tekanan jual. Posisi BIPI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (5).
Buy on Weakness: 58-68
Target Price: 100, 112
Stoploss: below 50
BREN - Trading Buy
BREN terkoreksi 2,68 persen ke 2,180, disertai tekanan jual. Posisi BREN sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (5).
Trading Buy: 1.810-2.080
Target Price: 2.540, 2.800
Stoploss: below 1.670
INDY - Buy on Weakness
INDY menguat 2,01 persen ke 1,775, disertai tekanan jual. Posisi INDY saat ini masih berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].
Buy on Weakness: 1.645-1.740
Target Price: 2.030, 2.250
Stoploss: below 1.560.
(Nur Ichsan Yuniarto)










