Laba Toyota Melonjak 34 Persen, Jual 2,6 Juta Mobil pada Juli-September 2026
IDXChannel - Raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corp, mencatatkan laba operasional yang lebih kuat dari perkiraan pada Juli-September 2026.
Dilansir dari Investing pada Kamis (5/11/2026), kinerja perusahaan mobil terbesar di dunia ini didorong oleh penjualan yang stabil dan pelemahan mata uang yen.
Laba operasional Toyota selama tiga bulan hingga 30 September, yang merupakan kuartal fiskal kedua perusahaan, meningkat sekitar 34 persen menjadi 1,12 triliun yen (Rp129 triliun) dari 839,5 miliar yen pada periode yang sama setahun sebelumnya. Angka ini melampaui estimasi Reuters sebesar 992 miliar yen.
Pendapatan perusahaan tumbuh menjadi 13,43 triliun yen dari 12,37 triliun yen, sejalan dengan perkiraan. Sementara itu, laba bersih Toyota turun menjadi 759,4 miliar yen dari 932,0 miliar yen pada tahun sebelumnya.
Saham perusahaan otomotif ini melonjak hingga 15 persen dan menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di indeks Nikkei 225 hari ini. Kenaikan saham ini dipicu oleh harapan bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat (AS) dapat melonggarkan kebijakan tarif yang diusung oleh Presiden Donald Trump.
Tarif AS terhadap produk impor Jepang tetap menjadi beban biaya yang signifikan bagi Toyota, begitu pula dengan dampak dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Total penjualan kendaraan pada kuartal yang berakhir September turun menjadi 2,66 juta unit dari 2,81 juta unit pada tahun sebelumnya, terutama akibat pelemahan pasar di China
Kendaraan hybrid Toyota tetap menjadi produk dengan penjualan tertinggi, seiring dengan meningkatnya minat konsumen terhadap efisiensi bahan bakar yang ditawarkan oleh sistem tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)









