Bursa Asia Beragam Pascakemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela AS

Bursa Asia Beragam Pascakemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela AS

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 5 November 2026 - 09:40
share

IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah reli kuat di Wall Street menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS).

Kemenangan Demokrat yang menguasai kedua kamar Kongres AS turut mendorong optimisme investor terhadap peluang meredanya konflik AS-Israel dengan Iran.

Sentimen tersebut menekan harga minyak secara tajam, seiring munculnya harapan bahwa konflik dapat berakhir lebih cepat.

Namun, kekhawatiran terhadap prospek pembangunan pusat data (data center) dan tekanan pada saham-saham semikonduktor AS membatasi penguatan sejumlah bursa di kawasan Asia.

Mengacu pada data perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,36 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia menguat 1,98 persen.

Hang Seng Hong Kong naik 2,78 persen dan Straits Times Index (STI) Singapura bertambah 0,43 persen.

Sebaliknya, bursa Korea Selatan bergerak berlawanan arah.

Indeks Kospi merosot 3,65 persen karena investor mencermati prospek pembangunan pusat data serta kerugian yang dialami saham-saham semikonduktor AS.

Penguatan bursa Asia mengikuti reli di Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Indeks S&P 500 melonjak 1,6 persen, mencatat kenaikan harian terbesar dalam tiga bulan. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi menguat 0,9 persen.

Investor tampaknya mulai mengesampingkan kekhawatiran terhadap potensi kebuntuan kebijakan di Washington setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres AS.

Di pasar obligasi, US Treasury turut menguat seiring berkurangnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga dalam setahun ke depan.

Pada saat yang sama, dolar AS mencatat pelemahan harian terdalam dalam dua bulan terakhir.

Spekulasi mengenai gelombang kemenangan Demokrat atau yang dikenal sebagai blue wave juga menopang pasar saham.

Investor menilai dominasi Demokrat di Kongres dapat membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump untuk memperbesar defisit anggaran AS.

Di sisi lain, kemenangan sejumlah kandidat Demokrat yang menentang pembangunan pusat data turut menjadi perhatian investor.

Mereka meraih kemenangan besar, termasuk di negara bagian yang secara tradisional menjadi basis Partai Republik seperti Texas.

Pasar tampaknya menilai pembatasan pembangunan pusat data baru justru dapat memperkuat posisi perusahaan-perusahaan besar yang sudah menguasai kapasitas komputasi yang terbatas.

Kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi tekanan terhadap arus kas perusahaan teknologi besar. (Aldo Fernando)

Topik Menarik