EMAS Targetkan Produksi Tembus 250 Ribu Ons pada 2026-2027

EMAS Targetkan Produksi Tembus 250 Ribu Ons pada 2026-2027

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 3 November 2026 - 09:50
share

IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menargetkan produksi emas dari Tambang Emas Pani, Gorontalo, melampaui 250.000 ons sepanjang 2026-2027. Proyeksi tersebut didukung peningkatan kapasitas produksi fasilitas heap leach serta pengembangan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL).

Perseroan mencatatkan produksi emas sebesar 26.331 ons pada kuartal III-2026, melonjak 69 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Produksi pada September mencapai 10.952 ons, naik 12 persen dibandingkan Agustus. Sementara itu, dalam dua pekan pertama Oktober, produksi mencapai 6.190 ons atau setara tingkat produksi tahunan sekitar 149.000 ons.

Seiring peningkatan kapasitas produksi yang lebih banyak terealisasi pada paruh kedua tahun ini, EMAS memperkirakan produksi emas pada 2027 akan jauh melampaui proyeksi sebelumnya sebesar 150.000 ons. Perseroan juga merevisi target produksi 2026 menjadi 85.000–100.000 ons dari proyeksi sebelumnya, dengan mempertimbangkan potensi pergeseran sebagian produksi ke awal 2027.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin mengatakan, peningkatan produksi Tambang Emas Pani pada kuartal III-2026 menunjukkan stabilitas operasional dan perbaikan efisiensi biaya.

"Kuartal ketiga ini membuktikan stabilitas peningkatan kapasitas di Tambang Emas Pani, yang ditandai dengan angka produksi lebih tinggi, kinerja operasional yang lebih kuat, serta efisiensi biaya yang membaik," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).

Dari sisi biaya, EMAS mencatatkan penurunan biaya tunai (cash cost), di luar royalti dan pendapatan penjualan perak, sebesar 13 persen secara kuartalan menjadi USD778 per ons. Sementara itu, biaya keseluruhan untuk mempertahankan operasi tambang (all-in sustaining cost/AISC) turun 12 persen menjadi USD1.281 per ons.

Untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka panjang, EMAS mulai membangun fasilitas CIL Tahap I. Perseroan telah menyelesaikan desain rekayasa dasar, menyiapkan peralatan utama, memobilisasi kontraktor, serta memulai pekerjaan sipil di sejumlah area pabrik.

Fasilitas CIL Tahap I dirancang mampu memproses hingga 14,4 juta ton bijih per tahun, termasuk kapasitas cadangan sekitar 20 persen. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai menjalani uji coba operasi pada 2028.

EMAS juga tengah mematangkan pembangunan CIL Tahap II dengan kapasitas yang sama. Kedua fasilitas tersebut akan menggunakan infrastruktur bersama dan ditargetkan memiliki total kapasitas produksi emas sekitar 500.000–700.000 ons per tahun, di luar produksi dari fasilitas heap leach yang telah beroperasi.

Selain pengembangan fasilitas pengolahan, perseroan terus melakukan eksplorasi untuk memperluas potensi sumber daya mineral Tambang Pani. Hasil pengeboran mengonfirmasi perluasan mineralisasi emas di area Pani Deeps serta tambahan mineralisasi di Pani Gap dan Kolokoa Tahap 2.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, EMAS mengalokasikan anggaran eksplorasi sebesar USD11,4 juta pada 2027, termasuk program pengeboran sepanjang 50.000 meter guna memperluas basis sumber daya mineral Pani dan mengembangkan target eksplorasi lainnya.

Adapun target biaya tunai 2026, di luar royalti dan pendapatan dari penjualan perak, tetap dipertahankan pada kisaran USD900-USD1.100 per ons. Target AISC juga tidak berubah, yakni USD1.300-USD1.450 per ons.

Konsekuensinya, produksi emas pada 2027 diperkirakan jauh melampaui proyeksi sebelumnya sebesar 150.000 ons. Namun, realisasi target tersebut tetap memperhatikan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Adapun target biaya tunai 2026, di luar royalti dan pendapatan dari penjualan perak, tetap dipertahankan pada kisaran USD900-USD1.100 per ons. Target AISC juga tidak berubah di level USD1.300-USD1.450 per ons.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik