Laba OCBC Tumbuh 5 Persen hingga Kuartal III-2026, Tembus Rp4,03 Triliun

Laba OCBC Tumbuh 5 Persen hingga Kuartal III-2026, Tembus Rp4,03 Triliun

Ekonomi | idxchannel | Senin, 2 November 2026 - 14:00
share

IDXChannel – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan kinerja keuangan yang resilien dan berkelanjutan hingga Kuartal III/2026. Laba bersih OCBC tumbuh 5 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), mencapai Rp4,03 triliun. Kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan bisnis yang kuat, tercermin dari peningkatan total aset dan penyaluran kredit yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan dua digit secara tahunan. 

Total aset Bank meningkat 13 persen YoY mencapai Rp350,5 triliun yang didukung oleh penyaluran kredit OCBC yang tumbuh 16 persen YoY, mencapai Rp190,8 triliun. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, OCBC senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas portofolio kredit. 

Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto (NPL-gross) yang terjaga di level 2,0 persen, serta perbaikan rasio Loan at Risk (LAR) menjadi 4,8 persen dari 5,4 persen pada periode yang sama tahun lalu dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 202,9 persen.

“Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid. Pertumbuhan bisnis senantiasa selaras dengan kualitas aset yang terjaga, fokus pada kebutuhan nasabah, serta orientasi pada pertumbuhan jangka panjang," ungkap Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (2/11/2026).

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC mencatat pertumbuhan sebesar 6 persen YoY menjadi Rp244,2 triliun. Pertumbuhan ini disokong oleh peningkatan total deposito berjangka sebesar 8 persen YoY menjadi Rp109,6 triliun, serta pertumbuhan dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) sebesar 5 persen YoY menjadi Rp134,5 triliun. Rasio CASA terjaga pada level 55,1 persen.

Hingga September 2026, tingkat permodalan dan likuiditas OCBC juga tetap terjaga dengan baik dan jauh diatas ketentuan minimum regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, yaitu dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 23,7 persen dan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) sebesar 252,7 persen serta rasio Loan to Deposits (LDR) sebesar 77,5 persen.

Ke depan, OCBC akan terus memperkuat kapabilitas dan menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, termasuk melalui pengembangan layanan wealth management yang semakin personal, digital, dan inklusif. 

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik