Wall Street Ditutup Menghijau, Nasdaq Menguat di Tengah Reli Saham Teknologi

Wall Street Ditutup Menghijau, Nasdaq Menguat di Tengah Reli Saham Teknologi

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30
share

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), didorong reli saham teknologi yang ditopang optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI). Investor juga mencermati perkembangan musim laporan keuangan kuartal III-2026 dan pertemuan Federal Reserve (The Fed).

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 1,18 persen menjadi 26.479,08. Sementara itu, S&P 500 naik 0,60 persen ke 7.723,05 dan Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,05 persen ke 52.387,18.

Sentimen positif terhadap saham teknologi muncul di tengah perhatian investor terhadap rencana penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan AI Anthropic. Kabar tersebut turut mendorong saham semikonduktor menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, setelah sebelumnya tertekan kekhawatiran mengenai besarnya belanja AI yang dibiayai utang dan meningkatnya biaya pinjaman.

CEO Horizon Investment Services, Chuck Carlson menilai, kabar mengenai Anthropic memberikan dorongan bagi saham-saham AI, terutama emiten semikonduktor yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

“Sepertinya kabar Anthropic memberikan sedikit reli pemulihan bagi saham AI, terutama saham semikonduktor. Saham-saham tersebut terpukul dalam beberapa pekan terakhir dan memang sudah waktunya mengalami rebound,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, Meta meningkatkan nilai penggalangan dana terbesarnya menjadi USD97,5 miliar untuk mendanai ekspansi AI. Langkah tersebut justru menekan saham perusahaan induk Facebook itu. Data ekonomi AS juga menunjukkan peningkatan pesanan baru untuk komputer dan peralatan periferal, memperkuat indikasi bahwa belanja terkait AI masih solid.

Dari musim laporan keuangan, sekitar separuh perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis kinerja kuartal III-2026. Berdasarkan data terbaru LSEG, sebanyak 83 persen perusahaan yang telah melaporkan kinerja mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar.

Pergerakan saham sejumlah emiten berlangsung bervariasi. Saham Boeing anjlok setelah perusahaan membukukan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan. Saham Xylem juga melemah setelah memangkas proyeksi kinerja setahun penuh. Sebaliknya, United Parcel Service (UPS) menguat setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan, sedangkan Royal Caribbean naik setelah meningkatkan perkiraan laba setahun penuh. Saham Sherwin-Williams tertekan setelah laba kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi.

Investor turut mencermati pertemuan kebijakan moneter The Fed yang dimulai pada 27 Oktober. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75-4 persen. Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar juga memperhitungkan kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini pada Desember.

Carlson menilai ekspektasi bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga dalam pertemuan kali ini turut memberikan ruang bagi penguatan pasar saham.

“Ada keyakinan yang lebih besar bahwa The Fed tidak akan mengambil tindakan dalam pertemuan kali ini. Ada pula kelegaan bahwa kebijakan suku bunga tidak akan menghambat reli pasar,” katanya.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor energi mencatatkan penurunan terdalam secara persentase. Pelemahan tersebut dipicu turunnya harga minyak mentah seiring perhatian pasar beralih ke perundingan perdamaian di Timur Tengah.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik