IHSG Menguat 4,90 Persen Sepekan, Dua Bank Besar Jadi Penopang Utama
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan pekan ini, ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
IHSG menutup perdagangan Jumat (23/10/2026) menguat 0,95 persen ke level 5.439,26. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif indeks selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Berdasarkan data pergerakan saham sepekan, BMRI menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG.
Saham bank pelat merah tersebut naik 15,04 persen ke Rp3.900 per unit dengan kontribusi sebesar 40,65 poin terhadap indeks.
Di posisi berikutnya, saham BBRI menguat 10,23 persen ke Rp2.910 per unit dan menyumbang 39,76 poin terhadap IHSG.
Penguatan kedua saham perbankan tersebut menjadi salah satu penopang utama pemulihan indeks sepanjang pekan ini.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga memberikan dorongan signifikan setelah naik 17,89 persen, dengan kontribusi 31,31 poin terhadap IHSG.
Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 28,3 persen dan menyumbang 20,39 poin. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut menguat 15,15 persen dengan kontribusi 14,79 poin.
Penopang lainnya datang dari PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 8,59 persen dan menyumbang 14,59 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 19,01 persen dengan kontribusi 13,41 poin.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga masuk jajaran kontributor positif, masing-masing dengan kenaikan 7,75 persen dan 11,82 persen. Keduanya menyumbang 11,04 poin dan 7,56 poin terhadap IHSG.
Di sisi lain, penguatan indeks tertahan oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,9 persen dan menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 13,66 poin terhadap IHSG.
Tekanan juga datang dari saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang terkoreksi 17,14 persen, sehingga mengurangi 11,67 poin dari indeks.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 3,81 persen dengan kontribusi negatif 7,32 poin, sedangkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 3,59 persen dan membebani IHSG sebesar 6,55 poin.
Menurut Mirae Asset Sekuritas, IHSG tetap menguat pada Jumat meskipun investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp1,62 triliun.
Sepanjang pekan ini, akumulasi net sell asing di pasar reguler mencapai Rp8,03 triliun.
Tekanan jual asing tersebut terjadi setelah MSCI pada 16 Oktober mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi standalone market.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual mulai mereda, tercermin dari histogram negatif MACD IHSG yang terus menyempit.
Indikator Stochastic RSI juga bergerak menguat di area pivot.
IHSG yang berhasil ditutup di atas level 5.400 dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan, dengan target pengujian level 5.500-5.600. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.








