Danantara Siapkan Pengumuman Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Danantara Siapkan Pengumuman Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Terkini | idxchannel | Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:12
share

IDXChannel – Danantara Investment Management (DIM) menyiapkan pengumuman sejumlah investasi strategis, termasuk di sektor infrastruktur digital, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI). 

Hal itu akan diumumkan dalam New Asia Forum (NAF) 2026 yang digelar pada Desember 2026 di Bali.

Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, pengembangan infrastruktur digital dan AI menjadi salah satu prioritas investasi untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas teknologi nasional.

"Kami memiliki beberapa proyek, termasuk di data center, yang akan diumumkan di acara New Asia Forum. Kami berharap ini menjadi salah satu contoh masuknya investasi dalam skala besar ke Indonesia," kata Stefanus, Kamis (22/10/2026).

Dia melanjutkan, investasi Danantara tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga harus menghasilkan transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri, serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

"Secara global, AI sedang berkembang pesat. Dalam setiap investasi, kami selalu prudent dan berhati-hati. Namun di sisi lain, kami juga tidak bisa tertinggal dari peluang yang sangat besar di bidang AI," kata dia.

Stefanus menambahkan, pengembangan pusat data berskala besar harus mempertimbangkan kebutuhan energi dan air agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat maupun kebutuhan industrialisasi nasional.

Karena itu, lanjut dia, DIM mendorong prinsip Bring Your Own Energy (BYOE) dalam pengembangan pusat data berskala besar, disertai teknologi closed loop untuk mengurangi konsumsi air serta mempertimbangkan sistem pengolahan dan desalinasi air.

Aspek emisi, kesiapan jaringan listrik, keamanan data, dan dampak lingkungan juga menjadi bagian dari penilaian investasi. Selain sektor digital, Stefanus memaparkan perkembangan investasi DIM pada sejumlah proyek strategis.

Di sektor pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor telah memasuki tahap konstruksi. Sementara itu, delapan mitra tahap kedua telah menerima Conditional Letter of Award (CLoA) untuk delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota, dengan target peletakan batu pertama secara bertahap pada awal 2027.

DIM bersama Denera juga telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel, dengan minat pembiayaan indikatif mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan program PSEL.
 
Di sektor pelayanan haji dan umrah, DIM telah menyelesaikan akuisisi Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026 serta lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher pada 18 Oktober 2026.

Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar berkapasitas sekitar 4.400 jamaah. Sementara itu, lahan yang diakuisisi direncanakan menjadi kawasan dengan 13 menara hotel, sekitar 4.560 kamar, dan kapasitas hingga 18.000 jamaah, yang dikembangkan secara bertahap.

Adapun di sektor protein, DIM menjalin kemitraan dengan JBS Group melalui rencana investasi USD2,5 miliar untuk kepemilikan 25 persen pada perusahaan patungan yang menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.

Kemitraan tersebut membuka potensi pembiayaan tambahan hingga 2,5 miliar dolar AS untuk investasi dan akuisisi di Indonesia serta kawasan regional, sekaligus memberikan akses terhadap teknologi, standar industri, dan jaringan distribusi global.

Stefanus melanjutkan, seluruh investasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang, memperluas penguasaan teknologi, dan meningkatkan kemampuan industri nasional.

Pengumuman proyek digital dan AI pada NAF 2026 diharapkan menjadi bagian dari langkah Danantara mempertemukan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan investasi global yang berkelanjutan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik