Bursa Asia Dibuka Lesu di Tengah Kenaikan Harga Minyak Akibat Ketegangan Timur Tengah
IDXChannel - Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), mengikuti penurunan pada kontrak berjangka (futures) ekuitas AS.
Hal tersebut terjadi setelah laporan laba yang beragam dari perusahaan-perusahaan teknologi besar memicu keraguan mengenai keberlanjutan reli saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang terjadi belakangan ini.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,88 persen menjadi 5.684,95, sementara indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,50 persen ke level 64.295,16.
Selanjutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,65 persen menjadi 8.773,60, dan indeks saham Shanghai turun tipis 0,01 persen ke posisi 3.712,83.
Kontrak berjangka saham AS juga melemah setelah para investor mencermati kinerja kuartal III dari sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Meta Platforms dan Tesla. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 170 poin atau 0,3 persen, sementara kontrak berjangka S&P 500 melemah 0,5 persen, dan kontrak berjangka Nasdaq-100 turun 0,7 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik mendekati USD110 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran USD98 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh serangan baru di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran akan adanya gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Serangan-serangan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai keandalan pengiriman minyak dari Teluk Persia, meskipun ekspor minyak mentah belakangan ini telah pulih mendekati tingkat sebelum perang.
Kapal-kapal tanker semakin sering mematikan transponder pelacak mereka untuk menghindari deteksi. Langkah ini membantu pemulihan pengiriman minyak mentah, bahkan di tengah konflik yang terus mengganggu perdagangan energi di kawasan tersebut. Namun, pengiriman produk minyak olahan masih terkendala.
Harga minyak Brent telah naik sekitar 80 persen tahun ini seiring dengan konflik AS-Iran yang mengganggu arus energi dari Teluk Persia. Konflik tersebut kini memasuki bulan kesembilan, dengan minimnya tanda-tanda penyelesaian.
(Dhera Arizona)









