Wall Street Ditutup Hijau, Nasdaq Pimpin Kenaikan Seiring Sentimen Positif Saham AI

Wall Street Ditutup Hijau, Nasdaq Pimpin Kenaikan Seiring Sentimen Positif Saham AI

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:24
share

IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), waktu setempat, dengan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi memimpin penguatan.

Dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2026), indeks Dow Jones Industrial Average naik 360,21 poin atau 0,69 persen menjadi 52.856,09, indeks S&P 500 menguat 44,60 poin atau 0,58 persen ke level 7.757,17, dan indeks Nasdaq Composite menanjak 278,04 poin atau 1,05 persen menjadi 26.702,86.

Hasil kinerja kuartalan dari SpaceX dan Super Micro Computer meningkatkan minat investor terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), meskipun pelemahan pada saham sektor layanan komunikasi membatasi kenaikan tersebut.

Saham SpaceX ditutup naik 7,8 persen setelah perusahaan teknologi roket dan antariksa milik Elon Musk tersebut mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik. Menyusul laporan tersebut, Musk menyatakan penggabungan antara SpaceX dan Tesla bisa menjadi ide yang bagus, sehingga turut mendorong kenaikan saham Tesla.

Sementara itu, saham Super Micro melonjak 9,6 persen dan menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di indeks S&P 500. Produsen server untuk kebutuhan AI ini memproyeksikan pendapatan kuartalan dan margin laba yang melampaui estimasi Wall Street, yang menandakan permintaan terhadap AI tetap kuat.

Laporan ini juga memberikan sentimen positif bagi perusahaan sejenis, seperti HPE yang naik 3,7 persen dan Dell menguat 5,3 persen.

Laporan-laporan tersebut memberikan kepastian bagi para investor yang sebelumnya khawatir mengenai keberlanjutan pengeluaran besar-besaran untuk pengembangan AI serta profitabilitasnya. Pekan lalu, sektor teknologi sempat tertekan akibat aksi jual saham-saham yang terkait dengan AI, dengan operator pusat data CoreWeave berada di tengah gejolak tersebut.

Menurut Ahli Strategi Global Senior Edward Jones Angelo Kourkafas, kabar mengenai SpaceX ditambah dengan sentimen dari Super Micro, membantu meredam kekhawatiran investor terkait AI.

Kata dia, laporan-laporan tersebut memang belum menjawab semua pertanyaan investor mengenai imbal hasil dari investasi di bidang AI, namun ini merupakan awal yang baik. Hasilnya, indeks Teknologi Informasi S&P 500 ditutup naik 1,6 persen, menjadikannya sektor dengan kenaikan terbesar di antara 11 sektor industri utama dalam indeks S&P 500.

Saham Meta naik 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa (late trading) menyusul dirilisnya laporan kuartalan perusahaan tersebut setelah sesi perdagangan reguler berakhir. Saham Tesla, yang telah ditutup naik 3,4 persen pada sesi reguler, kembali menguat 1,6 persen.

Di sektor teknologi, salah satu segmen dengan kinerja terkuat adalah industri chip, yang tercermin dari kenaikan 2 persen pada indeks Philadelphia Semiconductor. Indeks ini sempat mengalami volatilitas tinggi sepanjang bulan ini, termasuk periode penurunan selama delapan sesi berturut-turut.

Meski demikian, kenaikan pada indeks acuan S&P 500 tertahan oleh penurunan 1,3 persen pada saham-saham sektor layanan komunikasi. Di antara saham-saham yang mencatat penurunan terbesar terdapat operator telekomunikasi seperti AT&T (T.N), yang anjlok 6,5 persen meskipun perusahaan tersebut berhasil melampaui ekspektasi pendapatan dan laba kuartal ketiga.

Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik melampaui jumlah saham yang turun dengan rasio 1,37 banding 1; tercatat 131 saham mencapai level tertinggi baru dan 221 saham mencapai level terendah baru. Di bursa Nasdaq, 2.690 saham mengalami kenaikan sementara 2.068 saham mengalami penurunan, dengan rasio saham yang naik terhadap saham yang turun sebesar 1,3 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 26 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan 3 saham mencapai level terendah baru, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatat 53 saham mencapai level tertinggi baru dan 216 saham mencapai level terendah baru.

Di bursa-bursa AS, volume perdagangan mencapai sekitar 16,11 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,10 miliar saham selama 20 sesi perdagangan terakhir.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik