Danantara Bidik Investasi Teknologi Tinggi, Hadirkan SpaceX hingga Boeing di Forum Global

Danantara Bidik Investasi Teknologi Tinggi, Hadirkan SpaceX hingga Boeing di Forum Global

Terkini | idxchannel | Senin, 19 Oktober 2026 - 19:30
share

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membidik pengembangan industri berbasis teknologi tinggi dan inovasi untuk mendorong dampak ekonomi hingga 30 kali lipat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Danantara Technology, Innovation, and Investment Forum (DTIIF) pada 26-28 Oktober 2026.

Forum berskala global tersebut akan menghadirkan sejumlah perusahaan teknologi dan dirgantara dunia, termasuk SpaceX, Boeing, dan Airbus. Agenda ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan lembaga riset, investor internasional, dan pelaku industri guna mempercepat pengembangan ekosistem teknologi dan investasi di Indonesia.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa mengatakan, pengembangan industri berbasis teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar. DTIIF juga dirancang sebagai agenda tahunan untuk menentukan arah dan prioritas pengembangan industri Danantara.

"Satu-satunya jalan kalau kita ingin membangun industri ke depan yang memiliki dampak ekonomi cukup tinggi adalah dengan membangun industri berbasis teknologi dan inovasi, sehingga forum ini diadakan sebagai agenda tahunan pembuka peta jalan prioritas Danantara," ujar Sigit dalam jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dia mengatakan, forum tersebut bertujuan menyelaraskan strategi investasi korporasi dengan arah kebijakan pemerintah, sekaligus membangun ekosistem industri dan investasi yang mendukung program ekonomi Presiden.

"Tujuan nomor satu kita adalah membangun platform sekaligus memenuhi kewajiban Danantara dalam membangun ekosistem industri dan ekosistem investasi guna mendukung program ekonomi dari Bapak Presiden," katanya.

Sigit menjelaskan, Danantara menetapkan lima pilar industri strategis sebagai landasan investasi. Pilar pertama adalah ketahanan energi, disusul ketahanan pangan dan kesehatan. Pilar ketiga berfokus pada hilirisasi mineral secara menyeluruh untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Menurut dia, integrasi rantai pasok dari hulu, tengah (midstream), hingga hilir dapat memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas ekstraktif atau perakitan semata.

"Kalau ekstraktif dampaknya hanya 1,2 sampai 1,5 dan perakitan hanya 1,4 sampai 1,9, tetapi jika kita garap dari hulu, tengah, hingga hilir, efek ekonominya tidak hanya 5 atau 10, melainkan bisa melompat 20 sampai 30 kali lipat," ujar Sigit.

Dua pilar lainnya mencakup pengembangan infrastruktur digital dan mobilitas, termasuk kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, transportasi, perbankan, dan teknologi finansial (fintech). Danantara juga membidik teknologi pertahanan sebagai salah satu sektor strategis untuk menghubungkan inovasi dengan investasi.

"Pilar berikutnya mencakup infrastruktur mobilitas mulai dari digital, kecerdasan buatan, teknologi informasi, hingga transportasi, perbankan dan tekfin, serta teknologi pertahanan sebagai penopang akhir untuk menjembatani inovasi dengan investasinya," tutur Sigit.

DTIIF diperkirakan dihadiri 1.500 peserta selama tiga hari, termasuk delegasi dari 60 hingga 70 pusat riset dan inovasi, lebih dari 50 perguruan tinggi terkemuka, serta 170 inovator global. Forum ini diharapkan membuka peluang kemitraan dan transfer teknologi untuk memperkuat industri nasional.

Sejumlah pimpinan perusahaan global dari sektor dirgantara, bioteknologi, dan kecerdasan buatan dijadwalkan hadir. Mereka antara lain perwakilan SpaceX, Boeing, dan Airbus, serta peraih Nobel Peter Howitt dan lebih dari 100 CEO perusahaan teknologi dunia.

"Akan hadir para industrialis kelas atas dan pimpinan tingkat C dari SpaceX, Boeing, Airbus, bioteknologi hingga kecerdasan buatan, bersama peraih Nobel Peter Howitt serta lebih dari 100 CEO korporasi teknologi dunia," tuturnya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik