Wall Street Beragam: S&P 500 Stagnan Akibat Laju Saham Bank Dibarengi Kekhawatiran Investasi AI

Wall Street Beragam: S&P 500 Stagnan Akibat Laju Saham Bank Dibarengi Kekhawatiran Investasi AI

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:30
share

IDXChannel - Wall Street kembali dibuka beragam pada perdagangan Jumat (16/10/2026) waktu setempat. Indeks acuan S&P 500 cenderung stagnan, seiring kekhawatiran mengenai turunnya tren investasi AI menekan saham sektor semikonduktor, sementara kenaikan pada saham bank membatasi penurunan indeks secara keseluruhan.

Dilansir dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 221,78 poin atau 0,43 persen menjadi 52.401,89, indeks S&P 500 turun 7,30 poin atau 0,09 persen ke level 7.736,76, dan indeks Nasdaq Composite melemah 185,88 poin atau 0,70 persen menjadi 26.527,14.

Sektor teknologi informasi dalam S&P 500 menjadi penekan terbesar bagi indeks tersebut, dengan penurunan sebesar 0,9 persen. CoreWeave, perusahaan yang didukung oleh Nvidia, merosot 7,6 persen di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai beban utang operator pusat data tersebut.

Perusahaan cloud baru lainnya, Nebius Group dan Iren masing-masing mencatatkan penurunan lebih dari 5,5 persen.

Saham sektor semikonduktor kembali melemah, di mana Micron Technology turun 3,9 persen dan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi 3,3 persen. Indeks sektor cip yang lebih luas turun 1,8 persen, mencatatkan penurunan persentase 8 sesi terburuk sejak aksi jual pada April 2025 yang dikenal sebagai 'Liberation Day'.

Sebagian besar saham berkapitalisasi jumbo juga melemah, dengan Alphabet dan Meta masing-masing turun 1 persen, yang turut membebani sektor layanan komunikasi. Penurunan ini memberikan tekanan pada indeks Nasdaq.

Di sisi lain, sebagian besar sektor lain dalam indeks S&P 500 mengalami kenaikan. Sektor material mencatat kenaikan persentase terbesar, yakni 1,6 persen, sementara sektor keuangan naik 1,1 persen.

Kenaikan saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase mendongkrak Dow Jones ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Saham Tesla naik tipis setelah perusahaan tersebut memperkenalkan desain ulang Roadster yang dilengkapi dengan pendorong (thruster) bergaya roket, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan SpaceX.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan, seiring dengan tekanan jual yang dipicu oleh sektor AI, laporan laba perbankan yang bervariasi, serta data inflasi yang memengaruhi sentimen pasar sepanjang minggu ini. Sebaliknya, indeks Dow justru berpotensi mencatat kenaikan mingguan.

Laporan inflasi konsumen dan produsen minggu ini, yang menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan, mengonfirmasi bahwa tekanan harga kini meluas hingga ke luar sektor produk energi.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga mencatat lonjakan belanja turut mendorong inflasi, namun ekonomi AS tetap tangguh dan diuntungkan oleh ledakan investasi yang didorong oleh AI.

Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik melampaui jumlah saham yang turun dengan rasio 1,87 banding 1, sementara di Nasdaq, rasio saham yang naik dibandingkan saham yang turun adalah 1,12 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatatkan 15 level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan tidak ada level terendah baru, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatatkan 40 level tertinggi baru dan 119 level terendah baru.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik