Pemerintah Respons Usulan MSCI soal Turunkan Status Pasar Saham RI ke Standalone Market

Pemerintah Respons Usulan MSCI soal Turunkan Status Pasar Saham RI ke Standalone Market

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 15:20
share

IDXChannel - Pemerintah merespons usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan meminta awak media untuk menunggu pernyataan resmi dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bursa Efek Indonesia.

“Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,” ungkap Syahganda kepada awak media, Jumat (16/10/2026).

Lebih lanjut, Syahganda mengatakan pemerintah tengah mengamati gejolak pasar saham yang kembali terjadi menyusul isu MSCI. Menurutnya, isu tersebut telah berdampak terhadap pasar sejak April lalu.

“Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,” katanya.

Diketahui, MSCI membuka konsultasi untuk mengubah status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, menyusul kekhawatiran investor global terhadap tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia yang dinilai belum menunjukkan perbaikan memadai.

Dalam pengumuman pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat, MSCI menyatakan keputusan final mengenai usulan tersebut akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI juga dapat menyampaikan perkembangan sementara terkait masukan pelaku pasar selama periode konsultasi.

Ancaman perpindahan status ini muncul setelah MSCI dalam Market Classification Review Juni 2026 mencatat adanya kekhawatiran signifikan dari pelaku pasar mengenai investability pasar saham Indonesia.

Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang dinilai masih kurang transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

MSCI sebelumnya telah memberikan waktu bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan melalui sejumlah reformasi.

Sikap MSCI ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka anjlok 8,01 persen atau 469,86 poin ke level 5.393,92 pada Jumat pagi (16/10/2026).

Penurunan ini langsung memicu trading halt, yaitu penghentian sementara seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 30 menit.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik