Suahasil Tegaskan Pajak Karbon Bukan Sekadar Penerimaan Negara

Suahasil Tegaskan Pajak Karbon Bukan Sekadar Penerimaan Negara

Terkini | idxchannel | Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:10
share

IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, skema penerapan pajak karbon di Indonesia dirancang bukan semata-mata untuk mendongkrak penerimaan negara, melainkan sebagai instrumen insentif agar dunia usaha beralih ke praktik bisnis yang ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Suahasil saat menekankan komitmen Indonesia menuju net zero emission pada 2060 atau lebih cepat dalam serangkaian pertemuan bilateral dengan lembaga keuangan internasional dan negara mitra di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2026).

“Bagi saya, penerapan pajak karbon bukan sekadar untuk mendapatkan lebih banyak penerimaan. Kebijakan ini bertujuan memberikan insentif agar dunia usaha menerapkan praktik yang lebih ramah karbon,” ujar Suahasil dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026). 

Komitmen transisi energi dan pengembangan pasar karbon tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi Suahasil bersama jajaran pimpinan World Bank, International Finance Corporation (IFC), delegasi Singapura, Thailand, serta Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Dalam pertemuannya dengan Menteri Kedua Keuangan Singapura Indranee Rajah, Suahasil membahas pengembangan pasar karbon, skema blended finance, serta konektivitas energi melalui ASEAN Power Grid.

Sementara bersama Gubernur JBIC, pembahasan difokuskan pada pembiayaan infrastruktur energi hijau, seperti proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Legok Nangka, Jawa Barat, dan peluang kemitraan strategis dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Selain isu transisi energi, rangkaian pertemuan bilateral tersebut juga menyasar penguatan kemitraan investasi dan pembiayaan ekspor.

Bersama IFC dan Indonesia Eximbank (LPEI), pemerintah mendorong mobilisasi dana jangka panjang bagi pelaku usaha berorientasi ekspor di sektor manufaktur, pertanian, logistik, jasa, dan perikanan, serta perluasan pembiayaan UMKM melalui PNM, OTO Finance, dan Amartha.

IFC bahkan berencana memindahkan sejumlah posisi pimpinan senior dari Singapura ke Jakarta.

Sementara itu, dalam diskusi bersama Wakil Presiden World Bank Kawasan Asia Timur dan Pasifik Carlos Felipe Jaramillo serta Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste Carrie Turk, Suahasil menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas fiskal di tengah tuntutan memacu pertumbuhan ekonomi.

World Bank menyatakan kesiapannya mendukung prioritas pembangunan nasional, mencakup digitalisasi pembiayaan UMKM, inisiatif pertanian Agricollect, hingga penguatan sektor kesehatan.

Rangkaian pertemuan ini makin mengokohkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan kemitraan global guna menciptakan landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik