Ekspor IKM Kriya Capai Rp4,01 Triliun, Kemenperin Dorong Perluasan Pasar

Ekspor IKM Kriya Capai Rp4,01 Triliun, Kemenperin Dorong Perluasan Pasar

Terkini | idxchannel | Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:30
share

IDXChannel—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor kriya, salah satu upayanya diberikan melalui partisipasi dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 

Pameran itu digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). 

Kriyanusa 2026 diikuti oleh 257 peserta dengan 410 stan. Selain pameran produk, kegiatan tersebut juga menghadirkan fashion show, parade wastra, talk show, workshop, hingga pengalaman berbasis teknologi seperti Digital Immersive Experience, Fashion DNA, Wastra Holo, dan membatik secara digital.

Mengusung tema ‘Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia’, pameran tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk kerajinan Indonesia sekaligus memperluas akses pasar. 

Keikutsertaan pada ajang tersebut menjadi lonjakan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperbarui inovasi desain, melakukan pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, hingga membangun jejaring dengan rekan bisnis maupun konsumen.

“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus mendorong potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (06/10/2026).

Kinerja ekspor turut menunjukkan besarnya potensi industri kerajinan nasional. Kemenperin mencatat nilai ekspor industri kerajinan pada triwulan II-2026 mencapai USD223,1 juta atau setara dengan Rp4,01 triliun. 

Realisasi tersebut meningkat 28,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar USD173,50 juta atau setara dengan Rp3,10 triliun

Produk yang masuk dalam ekspor industri kerajinan antara lain barang anyaman berbahan rotan dan bambu, anyaman dari tanaman selain rotan dan bambu, ukiran kayu non-mebel, peralatan dapur berbahan kayu, rotan dan bambu, produk keramik, serta berbagai produk kerajinan lainnya.

Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar untuk produk kerajinan Indonesia. Berdasarkan data Trade Map periode Januari-Juni 2026, AS menyerap sekitar 28 persen dari ekspor industri kerajinan Indonesia. 

Pasar lainnya mencakup Taiwan, China, Jepang, dan Belanda. Produk kerajinan Indonesia juga telah dipasarkan ke Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Spanyol, Malaysia, Korea Selatan, Belgia, Italia, dan India.

Pada Kriyanusa 2026, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin memfasilitasi delapan IKM kerajinan binaan yang menampilkan produk fesyen, aksesori, kerajinan tangan, tenun, dan berbagai produk kriya lainnya. Selama lima hari pameran, delapan IKM tersebut mencatatkan total transaksi sebesar Rp313 juta.

(Birru Aisyah)

Topik Menarik