Integrasi Bank Danamon-MUFG Jakarta Terus Bergulir, Optimistis Rampung 2027

Integrasi Bank Danamon-MUFG Jakarta Terus Bergulir, Optimistis Rampung 2027

Terkini | idxchannel | Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12
share

IDXChannel - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menyebut proses integrasi bisnis dengan MUFG Jakarta Branch hingga saat ini masih terus bergulir dan ditargetkan rampung pada 2027. Saat ini, kedua perusahaan bagian dari MUFG Group di Indonesia itu masih terus membahas dan menyiapkan rencana strategis tersebut.

Rencana integrasi tersebut telah diumumkan pada Mei 2026 yang ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum Understanding (MoU) antara Danamon dan MUFG Jakarta. Struktur yang akan diusulkan untuk integrasi tersebut akan dituangkan secara rinci dalam Rancangan Integrasi.

"Integrasi tersebut kemungkinan akan selesai tahun depan. Kami masih berada pada tahap pembahasan di tingkat operasional dan masih mendiskusikan banyak hal. Sudah ada beberapa kemajuan, tetapi saat ini belum terintegrasi penuh," kata President Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Nobuya Kawasaki dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Nobuya mengatakan, integrasi ini diharapkan bisa memperkuat bisnis MUFG di Indonesia, baik dari sisi korporasi maupun konsumer. MUFG Jakarta, kata dia, memiliki kemampuan untuk melayani perusahaan besar yang masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. 

Sementara itu, Danamon dapat mengambil peran mengurusi pemasok dan distributor perusahaan tersebut, yang sebagian besar merupakan usaha kecil dan menengah (Small-Medium Enterprise/SME). Dengan kata lain, kedua segmen ini bakal saling terhubung dengan baik (seamless) sehingga dapat menciptakan layanan keuangan yang menyeluruh bagi nasabah.

Selain itu, dari sisi hilir, ekosistem tersebut juga dapat diperluas melalui layanan oleh perusahaan pembiayaan dalam ekosistem grup, seperti Adira Finance dan Home Credit. 

Nobuya juga menyebut, integrasi ini juga akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pengalamannya sebelum memimpin Bank Danamon menunjukkan banyak investor internasional yang tertarik untuk berbisnis di Indonesia, sehingga membutuhkan layanan yang kuat dan terintegrasi dengan baik, termasuk untuk kebutuhan perjalanan dan aktivitas keuangan.

Integrasi Danamon dengan MUFG Jakarta juga diproyeksikan membuat entitas hasil penggabungan masuk jajaran lima besar perbankan di Indonesia berdasarkan aset. Dengan posisi aset Bank Danamon saat ini di kisaran Rp300 triliun dan MUFG Jakarta Rp200 triliun, maka nilai aset gabungan menembus Rp500 triliun.

"Dari sisi ukuran, kami akan menjadi nomor lima dalam industri perbankan Indonesia," ujar Nobuya.

Sementara itu, Senior Managing Corporate Executive, Head of COO-I & Head, Global Commercial Banking Business Group MUFG, Masatoshi Komoriya menilai, integrasi ini akan menunjukkan kombinasi antara kekuatan Danamon berupa pemahaman dan keahlian lokal dengan keunggulan MUFG dalam hal pengalaman global serta jaringan internasional. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran grup di pasar Indonesia.

"Sebagai perusahaan induk, MUFG sangat mengharapkan kedua entitas tersebut benar-benar terintegrasi, sehingga dapat memberikan layanan keuangan yang lebih baik kepada nasabah di Indonesia maupun nasabah internasional, termasuk perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia," ujarnya.

Komoriya menilai posisi Indonesia semakin strategis di tengah perubahan rantai pasok global, arus perdagangan, pergerakan manusia, dan aliran dana yang semakin terhubung dengan Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kehadiran MUFG di pasar Indonesia menjadi salah satu tujuan utama integrasi tersebut.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik