Polda Metro Bongkar Kasus Pembobol Kartu Kredit, Modus Kirim Pesan Website Fake BTS

Polda Metro Bongkar Kasus Pembobol Kartu Kredit, Modus Kirim Pesan Website Fake BTS

Terkini | idxchannel | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:10
share

IDXChannel - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya membongkar kasus pembobolan kartu kredit dengan menangkap lima orang pelaku. 

Para pelaku melakukan aksinya dengan modus mengirimkan pesan blast berisi link yang berada di website menggunakan fake BTS.

Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto menjelaskan pengungkapan kasus ini diawali dari adanya laporan tiga korban yang menerima pesan berisi promo dengan mengatasnamakan perbankan maupun e-commerce. 

Dalam pesan tersebut, korban mendapatkan sebuah link untuk masuk ke dalam website palsu yang menyerupai website asli dari perbankan maupun e-commerce. 

"Pada SMS itu terdapat link yang mengarahkan penggunanya ke sebuah website palsu yang menyerupai website asli," kata Grawas dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (2/10/2026). 

Grawas menyampaikan, pesan palsu itu dikirim oleh para pelaku menggunakan alat blasting berupa fake BTS. Dia mengatakan, fake BTS ini beroperasi layaknya BTS asli, padahal BTS itu merupakan BTS bayangan. 

"Tersangka menyebarkan link phishing tersebut adalah dengan menggunakan alat blasting atau alat Fake BTS. Fake BTS ini adalah alat yang mensimulasikan spektrum frekuensi GSM kepada mobile phone atau handphone yang berada di sekitar alat tersebut, sehingga alat tersebut dapat beroperasi layaknya BTS asli meskipun BTS tersebut adalah BTS bayangan atau Fake BTS," ujar Grawas. 

Dia menuturkan, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pada 31 Juli 2026, ditemukan sebuah mobil yang dicurigai berkaitan dengan tindakan kejahatan berupa SMS palsu ini. 

"Tim melakukan penyelidikan dan menemukan adanya mobil berwarna silver plat B 2755 XXX, yang diduga berjalan lambat dan kerap kali bolak-balik di sekitar rute yang kami sebutkan sebelumnya," ujar dia. 

"Atas dasar tersebut, tim melakukan penggeledahan dan kemudian menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh saudara GM selaku driver," tutur dia. 

Grawas mengatakan, saat diamankan GM mengaku bekerja atas perintah seseorang berinisial NL. Penyidik kemudian mendalami peran NL yang merupakan pihak pencari mobil untuk digunakan serta pencari driver.

"Dari keterangan saudara NL kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan selanjutnya terhadap saudara AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM," katanya. 

Dari AGW, penyidik menemukan dua tersangka lainnya. Keduanya ialah JYI selaku teknisi yang memasang alat fake BTS ke dalam mobil serta AD yang mengatur isi serta jumlah SMS yang akan di-blast oleh GM.

Grawas menerangkan, dari para tersangka ini pihaknya menyita barang bukti satu unit mobil, rangkaian alat fake BTS terdiri dari aki, amplifier, power supply, serta alat fake BTS tersebut. 

Kemudian, disita juga lima unit handphone, buku rekening dan ATM masing-masing yang digunakan untuk menerima dan operasional dari perkara Fake BTS ini.

"Perkara ini masih kami kembangkan dan selanjutnya akan kami dalami keterkaitan serta peran-peran tersangka lainnya," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik