Kepala BNPB Pastikan Percepatan Realisasi Bantuan Huntara dan Huntap Pascabencana NTT
IDXChannel - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung progres penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target.
Kunjungan diawali di Kabupaten Sikka. Suharyanto melihat langsung hunian sementara (huntara) percontohan yang berada di Lapangan Pusat Jajanan dan Cenderamata Maumere yang berada di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
Penyaluran merujuk pada SK Bupati Sikka Nomor 441/HK/2026 tanggal 25 September 2026 tentang Calon Penerima Bantuan Stimulan Perbaikan/Pembangunan Rumah Rusak Akibat Bencana.
Total penerima bantuan di Kabupaten Sikka sebanyak 1.055 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian Rusak Berat (RB) ada 153 Unit, Rusak Sedang (RS) ada 371 Unit, dan Ringan (RR) 531 Unit. Warga terdampak gempa NTT yang rumahnya rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap.
"Terhadap warga yang memilih tidak tinggal di huntara, sambil menunggu hunian tetapnya dibangun pemerintah, maka akan mendapat bantuan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan," kata Suharyanto , Jumat (2/10/2026).
Selain itu, Suharyanto juga berkunjung ke Dusun Waidoko yang berada di Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur. Di Desa Waidoko, Kepala BNPB meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) Relokasi Mandiri bagi korban bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
"Masyarakat tidak akan dikenakan biaya sama sekali karena ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu warganya tertimpa bencana, tidak akan ada pungutan dalam bentuk apapun itu pada masyarakat penerima manfaat hunian tetap. Apabila ada pungutan atau dikenakan biaya, maka lapor langsung ke saya saat itu terjadi dan akan saya tindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu’," kata Suharyanto.
Dia juga menyetujui saran dari warga penerima manfaat yang mengusulkan untuk angkut material dan logistik pembangunan hunian tetap ini bisa menggunakan berbagai armada truk yang tersedia di lingkungan sekitarnya agar bisa memutar kembali roda perekonomian warga.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga mengkonfirmasi penggunaan alat berat ekskavator yang digunakan dilokasi hunian tetap akan didukung alat berat yang digunakan BNPB dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Adapun berdasarkan peta sebaran hunian tetap relokasi mandiri tahap 2 korban erupsi Lewotobi Laki-Laki, total Huntap yang dibangun tersebar di 12 kecamatan di Flores Timur dengan total 238 unit.
Rinciannya di Kecamatan Wulanggitang 117 Unit, Kecamatan Titehena 72 Unit, Kecamatan Larantuka 25 Unit, Kecamatan Ile Bura 7 Unit, Kecamatan Demon Pagong 6 Unit, Kecamatan Ile Mandiri 3 Unit, Kecamatan Lewolema 2 Unit, Kecamatan Kelubagolit 2 Unit, Kecamatan Tanjung Bunga 1 Unit, Kecamatan Adonara Timur 1 Unit, Kecamatan Adonara Barat 1 Unit, dan Kecamatan Solor Barat 1 Unit.
(Nur Ichsan Yuniarto)








