Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soetta, Target Beroperasi Februari 2027

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soetta, Target Beroperasi Februari 2027

Terkini | idxchannel | Sabtu, 26 September 2026 - 00:34
share

IDXChannel - PT Hutama Karya (Persero) tengah mengerjakan pembangunan Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Targetnya fasilitas tersebut dapat beroperasi pada Februari 2027 mendatang. 

Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. Hamdani mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan sebagai simpul perpindahan antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi dalam satu kawasan. Bangunan yang berada di antara Terminal 1 dan Terminal 2 itu memiliki luas lahan 18.487 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 60.000 meter persegi.

Integrated Building akan menghubungkan sejumlah moda transportasi, mulai dari Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, taksi, bus, shuttle bus, hingga angkutan antarkota atau travel.

Selain menjadi titik perpindahan penumpang, fasilitas tersebut dilengkapi area parkir, drop-off dan pick-up, ruang tunggu, serta area retail komersial. Dengan konsep tersebut, perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya dilakukan dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Secara fisik, bangunan terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine. Pembagian ruang disesuaikan dengan kebutuhan pergerakan penumpang, kendaraan, serta koneksi antarmoda.

Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan di tengah aktivitas operasional Bandara Soekarno-Hatta yang tetap berjalan. Kondisi ini membuat pekerjaan konstruksi membutuhkan koordinasi lintas bidang serta pengendalian pekerjaan agar tidak mengganggu aktivitas di kawasan bandara.

Untuk mendukung proses konstruksi, Hutama Karya menerapkan Building Information Modelling (BIM) 5D. Teknologi tersebut digunakan antara lain untuk menghitung kebutuhan material utama, melihat keterkaitan antarpekerjaan, serta mengidentifikasi potensi benturan (clash) antara pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP).

"Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengendalian pekerjaan yang baik, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga aspek keselamatan dan keamanan," ujar Hamdani dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Dari sisi desain, Integrated Building memadukan konsep modern-kontemporer dengan unsur budaya lokal. Fasad bangunan menggunakan panel Glass-Fiber Reinforced Concrete (GRC) berwarna oranye-terakota dengan motif Mega Mendung yang merupakan salah satu motif khas batik Cirebon.

Pembangunan menggunakan material utama berupa besi dan beton. Besi dipasok dari Surabaya, sementara beton berasal dari wilayah sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah beroperasi, fasilitas tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sekaligus menyediakan ruang pelayanan dan komersial bagi pengguna jasa bandara.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik