Harga Minyak Turun, Pasokan Saudi Kembali Mengalir Lewat Selat Hormuz

Harga Minyak Turun, Pasokan Saudi Kembali Mengalir Lewat Selat Hormuz

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 23 September 2026 - 07:10
share

IDXChannel – Harga minyak turun pada perdagangan Selasa (22/9/2026), tertekan meningkatnya aliran minyak mentah Arab Saudi setelah pipa East-West kembali beroperasi serta kapal-kapal mulai kembali melintasi Selat Hormuz.

Sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur strategis tersebut.

Harga minyak Brent dan minyak mentah Amerika Serikat (AS) memangkas sebagian besar penurunan terdalam setelah Presiden AS Donald Trump memupus harapan bahwa kesepakatan damai dapat segera tercapai.

Trump mengatakan kesepakatan damai baru akan tercapai setelah pemilu paruh waktu AS pada awal November.

Kontrak berjangka (futures) minyak Brent untuk pengiriman November ditutup turun 1,09 persen menjadi USD99,25 per barel.

Sementara itu, kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, yang berakhir pada Selasa, ditutup merosot 1,24 persen menjadi USD94,99 per barel.

Pada level terendah perdagangan, kedua harga acuan tersebut sempat jatuh lebih dari USD2 per barel.

Namun, pernyataan Trump kemudian memangkas optimisme bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini.

Sebelumnya, meningkatnya arus kapal melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir turut mendorong optimisme pasar terhadap pemulihan pasokan minyak.

“Arab Saudi mengambil tindakan, bukan menunggu,” kata Senior Analyst Price Futures Group Phil Flynn, seperti dikutip Reuters.

Menurut Flynn, setelah serangan kelompok Houthi terhadap pipa East-West memaksa penghentian aktivitas pemuatan di Yanbu, Saudi Aramco telah memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke tujuh kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) di kawasan Teluk.

Data satelit dan pelacak kapal menunjukkan aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz rata-rata mencapai sekitar 2,9 juta barel per hari dalam enam hari terakhir, naik dari sekitar 700.000 barel per hari pada Agustus.

Arab Saudi juga telah memulai kembali operasi pipa East-West dan berpotensi melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu pada Selasa, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pejabat tersebut juga mengatakan delegasi Iran dalam Majelis Umum PBB di New York memiliki kewenangan penuh untuk kembali membuka jalur diplomasi dengan AS. (Aldo Fernando)

Topik Menarik