Gandeng Pertamina, Jababeka (KIJA) Hadirkan Energi Hijau untuk Kawasan Industri
IDXChannel - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui PT Jababeka Infrastruktur memperkuat kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan energi hijau bagi perusahaan di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi mengatakan, pengembangan Kawasan Industri Jababeka sejak awal mengusung konsep kawasan industri modern yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
"Kawasan ini disiapkan sebagai kawasan eko-industri modern dan berkelanjutan," ujar Didik dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Saat ini, Kawasan Industri Jababeka dihuni sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara. Sejumlah tenant di kawasan industri tersebut tercatat mulai mengembangkan solusi dekarbonisasi, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang memanfaatkan biometana dan Astemo yang meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap menjadi lebih dari 2 MW.
Sementara itu, PT Jababeka Infrastruktur juga telah memasang PLTS atap berkapasitas 230 kilowatt peak (kWp) di Water Treatment Plant (WTP) Jababeka melalui kerja sama dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Sejak beroperasi pada 2023, fasilitas tersebut telah menghasilkan 858,21 megawatt hour (MWh) listrik dan mengurangi emisi sekitar 734 ton CO2e.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan, kolaborasi ini untuk menurunkan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan. Sumber energi yang disiapkan mencakup gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, PTLS, Battery Energy Storage System (BESS), hingga kredit karbon.
"Tahun ini kerja sama keduanya difokuskan pada penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka," ujar Agung.
Pertamina juga menjajaki pengembangan hidrogen hijau untuk mendukung transportasi rendah karbon, termasuk konsep Transit Oriented Development (TOD) City di Jababeka. Limbah dari sekitar 2.000 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka akan diolah menjadi gas untuk pembuatan hidrogen.
(Rahmat Fiansyah)










