Premi Kanal Bancassurance Rp4,4 Triliun, Prudential Siapkan Strategi Genjot Kinerja di Sisa 2026

Premi Kanal Bancassurance Rp4,4 Triliun, Prudential Siapkan Strategi Genjot Kinerja di Sisa 2026

Terkini | idxchannel | Selasa, 22 September 2026 - 18:14
share

IDXChannel — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyiapkan tiga langkah strategi guna mendorong kesinambungan bisnis kanal bancassurance hingga akhir 2026.

Strategi ini disiapkan menyusul perolehan pendapatan premi dari kanal bancassurance sebesar Rp4,4 triliun pada semester I-2026, yang melonjak 155 persen secara tahunan dibandingkan capaian Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Angka ini mencatatkan rekor semester pertama tertinggi bagi kanal perbankan perusahaan," tutur Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi, Selasa (22/9/2026).

Dia menyatakan bahwa perusahaan mempertahankan fokus pada tiga pilar utama untuk menjaga momentum tersebut.

"Pertama, memperkuat portofolio produk agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis. Kedua, memperdalam kolaborasi dengan mitra perbankan untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dan memperluas akses melalui kanal fisik maupun digital. Ketiga, terus berinvestasi pada pengalaman nasabah, kualitas layanan, serta kapabilitas berbasis teknologi," kata Adit.

Adapun fokus penguatan produk diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasabah segmen affluent dan high-net-worth (HNW) yang kini bergeser ke arah diversifikasi aset, pelestarian kekayaan (wealth preservation), dan perencanaan warisan.

Pada segmen ini, minat terhadap solusi proteksi berbasis mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) juga mencatatkan pertumbuhan seiring meningkatnya keterkaitan nasabah dengan aktivitas global, seperti rencana pendidikan luar negeri dan kepemilikan aset lintas negara.

"Tren ini didorong oleh gaya hidup yang semakin global dan aspirasi keuangan nasabah. Bagi banyak nasabah di segmen ini, diversifikasi pada berbagai kelas aset dan mata uang menjadi bagian penting dari strategi perencanaan keuangan mereka," tuturnya.

Terkait penurunan kunjungan nasabah ke kantor cabang perbankan seiring digitalisasi, Adit menegaskan perkembangan tersebut tidak menyurutkan volume permintaan produk bancassurance.

Perusahaan memilih beradaptasi dengan mengembangkan model layanan omnichannel bersama mitra perbankan.

"Digitalisasi telah mengubah cara nasabah berinteraksi dengan institusi keuangan. Namun, kami tidak melihat hal ini mengurangi minat terhadap solusi keuangan yang ditawarkan bancassurance," kata Adit.

Kinerja kanal perbankan Prudential Indonesia ini juga sejalan dengan tren industri. Berdasarkan Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi dari kanal bancassurance industri tumbuh 17,9 persen pada semester I-2026 dan menyumbang 43,8 persen terhadap keseluruhan perolehan premi asuransi jiwa nasional.


(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik