Harga Minyak Turun ke USD100, Harapan Diplomasi AS-Iran Menguat

Harga Minyak Turun ke USD100, Harapan Diplomasi AS-Iran Menguat

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 22 September 2026 - 07:40
share

IDXChannel - Harga minyak turun pada perdagangan Senin (21/9/2026) ke level terendah dalam 12 hari.

Investor berharap ada kemajuan diplomatik terkait perang Iran dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini, sekaligus mencermati pemulihan sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi.

Kontrak berjangka (futures) Brent untuk pengiriman November ditutup turun USD3,53 atau 3,4 persen menjadi USD100,34 per barel.

Sementara itu, kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober yang akan berakhir pada Selasa turun USD4,52 atau 4,51 persen menjadi USD95,78 per barel.

Kontrak WTI November berada di level USD92,47 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut menyentuh level terendah sejak 9 September.

Pada Minggu, Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali saling melontarkan ancaman.

Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan berada di New York pekan ini untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

"Investor menaruh harapan pada terobosan dalam perundingan perdamaian pekan ini," kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga, seperti dikutip Reuters.

"Beberapa hari lalu, hal itu mungkin masih terdengar seperti gagasan yang sangat jauh dari kenyataan. Namun, ini merupakan langkah ke arah yang benar," ujar Direktur Energy Futures Mizuho Bob Yawger.

Iran telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada mediator untuk kembali terlibat dalam perundingan, menurut laporan Al Jazeera yang mengutip kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei.

Di sisi lain, pertempuran di Timur Tengah masih berlanjut. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan telah menyerang Riyadh serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, kota di pesisir Laut Merah.

Kelompok tersebut juga berupaya memutus akses pesisir Laut Merah dari wilayah yang masih dikuasai pasukan yang didukung Arab Saudi.

China juga telah meminta Iran membantu menahan kelompok Houthi setelah Arab Saudi meminta bantuan Beijing menyusul serangkaian serangan tersebut.

Hal itu disampaikan tiga sumber Iran yang mengetahui masalah tersebut.

Serangan Houthi terhadap jaringan pipa East-West milik Aramco mendorong perusahaan tersebut meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz pada bulan ini dan bulan depan, setelah sebelumnya menghentikan sebagian pengiriman melalui Yanbu.

Ekspektasi pemulihan sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi turut menekan harga minyak.

Data pelacakan kapal tanker menunjukkan Saudi Aramco memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke tujuh kapal tanker super di kawasan Teluk pada Minggu.

Sementara itu, data satelit menunjukkan rata-rata aliran minyak Arab Saudi melalui Selat Hormuz mencapai 2,9 juta barel per hari dalam enam hari terakhir, naik tajam dari sekitar 700.000 barel per hari pada Agustus.

Di Libya, Chairman National Oil Corp Massoud Suleman mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa produksi di ladang minyak Sharara mengalami penurunan sebagian. Dia tidak memberikan alasan atas penurunan tersebut. (Aldo Fernando)

Topik Menarik