Nasdaq Rekor Penutupan Tertinggi Sejak Juni Seiring Reli Saham AI yang Dipimpin Meta
IDXChannel - Wall Street melonjak pada Senin (21/9/2026), bangkit dengan kuat setelah pekan yang diwarnai pergerakan beragam. Para investor kembali meminati saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI)—dipimpin oleh lonjakan harga saham Meta Platforms—sementara penurunan harga minyak turut mendorong sentimen positif.
Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, mencatatkan kinerja menonjol dengan lonjakan 2,3 persen hingga berakhir di level 27.122,09 poin, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi sejak 2 Juni. Indeks acuan S&P 500 naik 1,5 persen ke posisi 7.765,83 poin, sementara indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average menguat 0,7 persen dan ditutup pada level 52.050,26 poin.
Kinerja indeks-indeks utama sempat berbeda arah pada pekan lalu; S&P dan Dow mengalami penurunan, namun Nasdaq justru melawan tren tersebut. Pelaku pasar mencermati berbagai perkembangan, mulai dari upaya Arab Saudi untuk mengatasi dampak penutupan jalur pipa minyak yang krusial, perdebatan hangat mengenai keamanan kecerdasan buatan, hingga peristiwa yang mungkin paling signifikan pekan lalu: kenaikan suku bunga pertama oleh Federal Reserve (The Fed) dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
"Berita besar bagi pasar adalah kenaikan suku bunga pekan lalu, karena The Fed tampaknya akhirnya mencapai batas toleransi terhadap inflasi. Meskipun kenaikan tersebut sudah diperkirakan, hal ini membuat lanskap politik menjadi lebih rumit menjelang pemilihan umum sela bulan November, terutama mengingat kesempatan berikutnya untuk meninjau suku bunga jatuh tepat sebelum Hari Pemilihan," ujar, mantan gubernur Bank Dunia untuk Kazakhstan, Yerbol Orynbayev, kepada Investing.com.
"Begitu The Fed memutuskan untuk memperketat kebijakan moneter, mereka jarang hanya melakukan satu kali kenaikan; namun, serangkaian kenaikan suku bunga dapat memicu kembali ketegangan antara pemerintah dan bank sentral," tambahnya.
Reli Saham Sektor Layanan Komunikasi dan Teknologi
Aktivitas perdagangan pada Senin didominasi oleh lonjakan saham sektor layanan komunikasi dan teknologi dalam indeks S&P 500; sektor layanan komunikasi berakhir naik 3,9 persen, sementara sektor teknologi menguat 2,5 persen.
Meta menjadi pusat perhatian dengan kenaikan harga saham sebesar 11,4 persen. Kenaikan harga saham perusahaan induk Facebook ini terjadi di tengah sejumlah katalis positif. Pada Senin, Meta mengumumkan rencana pembangunan kabel bawah laut lintas samudra yang diklaim sebagai yang pertama dari jenisnya untuk menghubungkan Prancis dan AS.
Di sisi lain, Wells Fargo menaikkan target harga saham Meta menjadi USD796, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 19,6 persen dari harga penutupan terakhir. Perusahaan sekuritas tersebut menyoroti kemajuan signifikan dalam inisiatif kecerdasan buatan (AI) milik raksasa media sosial tersebut.
Penyesuaian target harga ini juga dilakukan menjelang acara Meta Connect 2026 yang akan digelar pada Rabu dan Kamis. Dalam acara tersebut, perusahaan akan memamerkan terobosan terbaru dalam teknologi AI, kacamata AI, dan realitas virtual (VR). Asisten AI konsumen besutan Meta yang baru saja diluncurkan, Muse, diperkirakan akan menjadi sorotan utama.
Berbeda dengan chatbot percakapan konvensional, asisten agen seperti Muse mampu menjalankan tugas otonom yang melibatkan banyak tahapan—seperti memesan perjalanan, mengelola kalender, dan melakukan pembelian e-commerce—di latar belakang atas nama pengguna.
Menurut Vital Knowledge, meskipun beban kerja AI generatif tahap awal terutama mengandalkan akselerasi unit pemrosesan grafis (GPU) yang berat, AI agen jauh lebih bergantung pada unit pemrosesan pusat (CPU) untuk menjalankan rutinitas latar belakang yang berkelanjutan, alur logika, dan orkestrasi data lokal. Hal ini menciptakan prospek positif bagi perusahaan-perusahaan seperti AMD, Arm, dan Intel.
Saham Arm dan Intel masing-masing naik 17,2 persen dan 12,2 persen pada Senin, serta masuk dalam jajaran tiga besar saham dengan kenaikan persentase tertinggi di bursa Nasdaq. Sementara itu, saham AMD melonjak 10 persen, membawa kapitalisasi pasar perusahaan melampaui angka USD1 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Harga Minyak Turun saat Diplomasi Jadi Sorotan
Beralih ke Timur Tengah, harga minyak mengalami penurunan pada hari Senin. Kontrak berjangka minyak mentah Brent—yang menjadi acuan global—sempat turun di bawah level $100 per barel. Terakhir, harganya tercatat turun 3,5 persen menjadi USD100,24 per barel.
Penurunan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak, menyusul kabar positif dari Komando Pusat AS (CENTCOM). Laksamana Brad Cooper pada Sabtu menyatakan bahwa pasukan CENTCOM telah mendukung pengangkutan lebih dari 1 miliar barel minyak mentah melalui Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir.
"Jelas sekali, momentum sedang terbangun," ujar Komandan CENTCOM, seraya menambahkan bahwa volume minyak mentah, kargo, dan gas alam cair yang melintasi selat tersebut dalam dua minggu terakhir "lebih tinggi dibandingkan titik mana pun dalam enam bulan terakhir."
Komentar tersebut menekan harga minyak, bahkan di tengah kekhawatiran para pedagang mengenai konflik yang kian meluas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Pertempuran antara kedua pihak dilaporkan meningkat selama akhir pekan, seiring upaya Houthi untuk mendapatkan posisi tawar strategis atas Selat Bab el-Mandeb—koridor pelayaran vital lainnya yang menghubungkan Teluk Aden dengan Laut Merah dan digunakan oleh Arab Saudi sebagai jalur transit alternatif untuk ekspor minyaknya. (Febrina Ratna Iskana)










