Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Berpotensi Tekan Emisi dan Perkuat Energi Rendah Karbon

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Berpotensi Tekan Emisi dan Perkuat Energi Rendah Karbon

Terkini | idxchannel | Rabu, 16 September 2026 - 22:54
share

IDXChannel - Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran berpotensi mendukung pengurangan emisi sektor ketenagalistrikan sekaligus memperkuat pemanfaatan energi rendah karbon. Sebab, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti CO2, SOx, NOx, dan partikulat yang sangat rendah dibandingkan pembangkit berbasis bahan bakar fosil.

"Panas bumi memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik. Sehingga, karakteristik sumber panas dan teknologi yang digunakan menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja pembangkit dan tingkat emisinya,” ujar Guru Besar Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Agus Setyawan dalam pernyataannya, Rabu (16/9/2026).

Lebih lanjut Agus menerangkan, panas bumi memiliki peluang untuk mendukung penggunaan energi yang lebih rendah karbon. “Sumber energi ini juga dapat membantu memperkuat keragaman sumber listrik sehingga kebutuhan energi tidak hanya bergantung pada satu jenis pembangkit,” katanya.

Agus menjelaskan, fluida panas bumi yang berasal dari reservoir dapat membawa gas alami seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). “Namun, jumlah emisi yang dihasilkan dapat berbeda-beda, tergantung pada karakteristik fluida dan teknologi pembangkit yang digunakan,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pengelolaan sumber daya menjadi bagian penting dalam pengembangan panas bumi. Salah satunya adalah pengelolaan fluida yang telah digunakan dalam proses pembangkitan.

“Fluida yang sudah tidak digunakan akan direinjeksikan kembali ke reservoir sehingga akan mengurangi pembuangan limbah berbahaya yang merusak ekosistem,” ujarnya.

Menurut Agus, pengelolaan reservoir secara berkelanjutan akan menentukan seberapa lama sumber panas bumi dapat dimanfaatkan. “Dengan pengelolaan yang baik, panas bumi dapat menjadi sumber listrik yang andal sekaligus membantu menekan emisi,” kata dia.

Hal tersebut, ujar dia, dapat dilihat dari pengalaman pengembangan panas bumi di Kamojang, Jawa Barat.

“Jika PLTP bisa dijaga keberlanjutannya (sustainability) dalam jangka panjang seperti di PLTP Kamojang yang sudah berumur 100 tahun, maka keberadaannya tidak akan mengurangi kualitas udara, minim dampak masalah kesehatan akibat polutan dan dapat mengurangi kontribusi terhadap pemanasan global,” ujarnya.

Untuk Gunung Ungaran, Agus menilai hasil eksplorasi dan kajian yang memadai akan menjadi dasar penting untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai karakteristik sumber panas bumi di bawah permukaan serta potensi pemanfaatannya.

Dengan pendekatan berbasis data, potensi Gunung Ungaran dapat dinilai secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari jumlah listrik yang mungkin dihasilkan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pengurangan emisi dan penguatan energi rendah karbon.

“Pada saat yang sama, keberlanjutan reservoir dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting agar manfaat energi panas bumi dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujarnya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik