Harga Minyak Melonjak Lebih dari 8 Persen Sepekan

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 8 Persen Sepekan

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 12 September 2026 - 07:54
share

IDXChannel – Harga minyak mentah mencatat kenaikan lebih dari 8 persen sepanjang pekan ini, meski terkoreksi pada perdagangan Jumat (11/9/2026).

Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan setelah serangkaian serangan terhadap jalur pelayaran di Timur Tengah.

Harga minyak Brent berjangka ditutup turun 2,81 persen ke level USD104,61 per barel pada Jumat. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 2,37 persen menjadi USD100,05 per barel.

Meski terkoreksi, kedua harga acuan tersebut mencatatkan kenaikan lebih dari 8 persen secara mingguan.

Dalam perdagangan Jumat, Brent dan WTI bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei.

Harga minyak berbalik melemah setelah Financial Times melaporkan, para menteri luar negeri negara-negara Timur Tengah tengah berupaya merumuskan kesepakatan sementara dengan Iran untuk mengatur kembali pelayaran melalui Selat Hormuz.

Kabar tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar setelah harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis menyusul eskalasi serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut.

“Hal-hal yang menyebabkan kepanikan kemarin mulai mereda hari ini. Pertanyaannya, apakah pasar akan tetap tenang sepanjang akhir pekan? Biasanya, hal-hal justru terjadi pada saat itu,” ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip Reuters.

Pembicaraan mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar minyak pada perdagangan terakhir pekan ini.

“Sejumlah berita mengenai kemungkinan pembicaraan baru di Timur Tengah sedikit membebani harga minyak hari ini. Saya masih melihat risiko kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, tetapi kita juga harus memperkirakan volatilitas harga yang tetap tinggi,” kata analis energi UBS, Giovanni Staunovo.

Di sisi lain, risiko gangguan pasokan masih membayangi pasar. Citra satelit pada Kamis menunjukkan asap di sekitar East-West Pipeline milik Arab Saudi, infrastruktur penting yang memungkinkan kerajaan mengalihkan ekspor minyak mentahnya agar tidak melalui Selat Hormuz.

Harga minyak tetap berada di bawah tekanan setelah sejumlah laporan menyebut salah satu stasiun pompa di jalur pipa tersebut mengalami kerusakan akibat serangan militan yang berafiliasi dengan Iran.

“Menarik bahwa pasar minyak tetap turun setelah muncul laporan bahwa pemberontak Houthi menyerang East-West Pipeline, yang dapat berdampak terhadap sekitar 7 juta barel minyak mentah,” ujar Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow. (Aldo Fernando)

Topik Menarik