Perpanjangan Dana SAL, Purbaya Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 20 Persen

Perpanjangan Dana SAL, Purbaya Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 20 Persen

Terkini | idxchannel | Rabu, 2 September 2026 - 21:30
share

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan dapat menembus 20 persen seiring perpanjangan penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersebut diperpanjang hingga Juli 2027 untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong peningkatan penyaluran kredit.

“Dana sebesar Rp200 triliun itu kita perpanjang sampai tahun depan, Juli, tidak akan ditarik. Jadi bank lebih tenang,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Menurut Purbaya, optimisme pertumbuhan kredit hingga 20 persen salah satunya didasarkan pada perkembangan base money atau uang primer (M0), yang menjadi salah satu indikator kondisi likuiditas dalam sistem keuangan secara keseluruhan.

“Saya kan selalu bilang, base money, M0, atau primary money, itu biasanya selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan secara keseluruhan,” ujarnya.

Purbaya mencatat pertumbuhan base money pada Juli 2026 telah mencapai 18,3 persen. Dia memperkirakan pertumbuhan tersebut tidak akan banyak berubah hingga akhir Agustus 2026.

Dengan kondisi likuiditas yang tetap terjaga, Purbaya menilai pertumbuhan base money tersebut cukup menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan kredit di atas 20 persen.

“Terakhir kan minggu kedua sih katanya sekitar 13-14 persen, tapi Juli kemarin sudah 18,3 persen tuh base moneynya tumbuh. Ini cukup kalau ditahan terus di situ, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen,” tuturnya.

Purbaya menilai, penguatan koordinasi antara pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan bank sentral dapat membuka ruang lebih besar untuk menjaga likuiditas perbankan.

“Jadi saya pikir dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar,” katanya.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik