Profitabilitas Meningkat, BEI Dorong Perusahaan Fintech Segera IPO
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya jumlah perusahaan fintech yang telah mencapai profitabilitas.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, data dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menunjukkan sekitar 40 persen lebih anggota asosiasi telah mulai membukukan laba.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesiapan perusahaan fintech untuk masuk ke pasar modal.
“Kami menyambut baik data dari AFTECH yang menyampaikan bahwa sebagian besar, hampir setengah atau 40 sekian persen anggotanya sudah mulai membukukan laba. Anggota dalam AFTECH tentu adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi dengan pemanfaatan teknologi tinggi, di mana hampir semuanya sudah memanfaatkan AI,” ujar Jeffrey saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Jeffrey, pencatatan perusahaan fintech di BEI dapat memperluas pilihan investasi sekaligus menambah variasi sektor berbasis teknologi di pasar modal Indonesia.
Untuk mendorong realisasi rencana tersebut, BEI membuka peluang kerja sama dengan AFTECH dalam memberikan pendampingan kepada perusahaan fintech yang mulai mempersiapkan diri menuju IPO.
Pendampingan tersebut mencakup pemahaman mengenai regulasi pasar modal, kesiapan tata kelola perusahaan, hingga persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum perusahaan melakukan penawaran umum.
Jeffrey mengatakan BEI menargetkan pendampingan tersebut dapat menyasar perusahaan fintech yang berpotensi melakukan IPO dalam satu hingga dua tahun mendatang.
“Tentu ini akan memberikan warna baru terhadap sektor-sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia, sehingga kami menyambut baik rencana kerja sama dengan AFTECH untuk memberikan pendampingan kepada anggota yang siap IPO dalam satu hingga dua tahun ke depan,” tutur Jeffrey.
Dia menyebut pendekatan serupa sebelumnya telah dilakukan BEI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menjaring perusahaan dari industri kreatif agar dapat masuk ke pasar modal.
“Ini hal yang sama seperti yang kita lakukan sebelumnya dengan Kementerian Ekraf dalam mengundang industri kreatif untuk memberikan pengayaan sektor di bursa,” katanya.
(DESI ANGRIANI)










