Luncurkan SatuSehat RME, Menkes Jelaskan 4 Manfaat Penting Rekam Medis Elektronik

Luncurkan SatuSehat RME, Menkes Jelaskan 4 Manfaat Penting Rekam Medis Elektronik

Terkini | idxchannel | Selasa, 1 September 2026 - 15:30
share

IDXChannel—Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) resmi meluncurkan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam platform SatuSehat di Kantor Kementerian Kesehatan pada Selasa (1/9/2026). 

Inovasi ini ditargetkan mampu mentransformasi layanan kesehatan nasional menjadi lebih efisien, transparan, dan terintegrasi secara digital.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penerapan RME memiliki empat manfaat utama yang berdampak langsung pada pasien, fasilitas kesehatan (faskes), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, hingga pengembangan riset medis nasional.

Budi menekankan bahwa manfaat paling fundamental dari RME adalah memberikan akses penuh kepada pasien untuk memantau kondisi kesehatannya secara real-time, layaknya memeriksa rekening di aplikasi mobile banking.

“Gunanya, pertama, paling penting buat pasiennya. Jadi pasiennya at any time tahu kondisi kesehatan dia seperti apa. Sama seperti kita kalau lihat mobile banking kita tahu kondisi keuangan kita seperti apa, ini kita tahu kondisi kesehatannya seperti apa sekaligus bisa mengedukasi pasien,” kata Budi saat peluncuran.

Bukan hanya bagi pasien, RME ini rupanya juga mempermudah fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan. Setiap kali pasien berobat atau dirawat, data hasil pemeriksaan dan pengobatan akan langsung masuk ke dalam RME. 

Sehingga, rumah sakit atau fasilitas kesehatan berikutnya hanya tinggal melihat rekam medis dari RME pasien tersebut.

“Kedua, ini bisa dipakai oleh faskes untuk mempermudah pelayanan kesehatan. Kalau rumah sakit A mau merujuk rumah sakit B nggak usah dibawa masing-masing, enggak usah di-entry manual. Karena otomatis sudah datanya, sudah nyambung. Sehingga sebelum sampai pun dokter yang menerima di IGD sudah tahu kondisi kesehatannya seperti apa,” tambah dia.

Ketiga, RME ini memberikan manfaat bagi BPJS Kesehatan guna memantau progres perkembangan kondisi pasien serta clinical pathway atau alur penanganan medisnya.

“Ketiga, Ini bagusnya buat BPJS. Kenapa orang di caesar tidak ada indikasi dari USG Puskesmas seminggu yang lalu bahwa dia perlu operasi caesar? Semuanya itu nanti bisa digunakan oleh BPJS secara online untuk melihat apakah memang benar clinical pathway-nya sudah dijalankan dengan benar. ‘Oh ini tiba-tiba usus buntu dia di-CT scan’. Mana ada usus buntu ada di perlu di-CT scan,” ungkap Budi.

Nantinya, setiap clinical pathway akan masuk ke dalam data RME yang menjadi data bagi fasilitas kesehatan untuk melakukan klaim pembiayaan kepada BPJS Kesehatan untuk pasien.

“Atau pemberian beberapa obat-obatan yang tidak sesuai dengan clinical pathway-nya. Jadi informasi-informasi yang ada di RME kalau ini sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan apakah klaimnya itu bisa dilakukan dengan benar,” lanjut dia.

Terakhir, RME ini juga bisa digunakan untuk bahan riset atau penelitian terkait berbagai langkah inovatif penanganan terhadap pasien. 

Dia memberikan analogi seperti operasi by pas jantung dalam penanganan jantung koroner atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dalam perbandingan di rumah sakit A dengan rumah sakit B, di mana penanganan di rumah sakit A bisa dilakukan di hari pertama dan di rumah sakit B dilakukan di hari ketiga.

Rupanya, rumah sakit A ternyata memiliki nurse specialist in respiratory atau perawat spesialis respirasi sehingga bisa melakukan penanganan dengan cepat.

“Jadi karena dia rajin ke luar negeri, dia nemu jurus baru. Jadi CABG dipasang, dia langsung sehari cabut ventilator, rumah sakit lain enggak ngerti jurus kayak begitu. Nah, riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices dari prosedur-prosedur yang terekam di rekam medis elektronik ini,” beber Budi.

Dengan berbagai manfaat dan dampak positif di atas, ia menilai bahwa RME bisa membuat pelayanan kesehatan di Indonesia semakin optimal dan meningkat terutama bagi masyarakat. 

“Sehingga dengan demikian seluruh layanan kesehatan kita secara nasional bisa kita upgrade bersama-sama. Dengan adanya data yang banyak ini, keempat hal itu bisa terjadi,” papar dia.

Bahkan, ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan bahwa RME yang terintegrasi dalam aplikasi Satu Sehat ini nantinya bisa dipadukan dengan teknologi AI yang bisa memberikan rekomendasi kepada pasien terkait fasilitas kesehatan apa yang harus ia kunjungi sesuai dengan penyakit yang diderita.

“Jadi tujuan utama dari sistem Satu Sehat ini adalah supaya si pasien tahu kondisi kesehatan dia apa. Syukur-syukur nanti ini disambung sama AI, bisa kasih rekomendasi. Kalau gini ketemu dokter paru, kalau gini cek ke Puskesmas saja, kalau gini ya beli obat batuk. Siapa tahu nanti kedepannya bisa sampai ke sana. Tapi tujuan utamanya seperti itu,” jelasnya.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik